Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Mendikbud: Pacaran tak Bisa Dilarang 100 Persen, tapi

Selasa 14 Oct 2014 14:48 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Ichsan Emerald Alamsyah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh

Foto: Republika/Rakhmawaty

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Materi gaya pacaran sehat terdapat  di buku pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk kelas XI Kurikulum 2013. Materi ini menjadi polemik yang ramai diperbincangkan, Selasa, (14/10).

Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, materi buku tersebut berangkat dari realitas di masyarakat. Istilah pacaran sudah melekat, ada orang yang  pacaran termasuk siswa.

Memang, ujar Nuh, realitas sosial membuktikan ada yang pacaran berlebihan tidak sesuai  etika. "Namun jangan diingkari, realitas pacaran ini memang benar adanya,"ujarnya.

Realitas sosial ada pacaran sehingga tidak bisa pacaran pada siswa dilarang dan dicegah 100 persen. Justru yang bisa dilakukan hanya memberikan petunjuk agar tidak melakukan pelanggaran atau melakukan perbuatan yang dilarang.

"Makanya cara yang dilakukan adalah mengamankan realitas sosial pacaran yang terjadi pada siswa. Pacaran ini  hakikatnya saling mengenal namun faktanya malah ada yang  sampai melakukan hal macam-macam yang melanggar etika,"ujar Nuh.

Oleh karena itu, terang Nuh, dibutuhkan buku pendidikan yang memagari pacaran agar tidak kebablasan atau berlebihan. Bagaimana pacaran sehat yakni  sehat secara emosi, sehat fisik, tidak melakukan hal-hal yang beresiko tinggi  yang melanggar aturan sosial dan agama.

"Masak orang tidak boleh kenalan? Ini tidak bisa dilarang 100 persen, makanya yang terpenting ada rambu-rambu yang mengaturnya,"kata Nuh.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA