Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

M Nuh: Tak Ada Lagi Budi di Buku SD

Kamis 29 May 2014 21:09 WIB

Rep: c54/ Red: Mansyur Faqih

Mohammad Nuh

Mohammad Nuh

Foto: Agung Supriyanto/Republika
<p>REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sistem dan pengajar adalah dua sisi mata uang yang menentukan berhasil atau tidak sebuah program pendidikan. Di Indonesia, kritik kerap ditujukan terhadap sistem pendidikan yang dianggap kurang menyenangkan bagi peserta didik. Ini sejalan dengan praktik monoton guru dalam mengajar.

Mendikbud Mohammad Nuh mencontohkan, pendidian monoton yang berlangsung lama di Indonesia bahkan telah melahirkan anekdot tentang seorang anak bernama Budi. Ini yang membuat semua orang ingat dengan ungkapan, ‘ini ibu Budi’ atau ‘ini bapak budi’. 

Ke depan, kata dia, tak akan ada lagi cerita mengenai Budi, juga bapak dan ibunya. Ini sejalan dengan semangat menciptakan bahan ajar yang lebih dekat dan memuat pesan nasionalisme.

Ia menjelaskan, dalam Kurikulum 2013, akan diperkenalkan tokoh baru dalam buku SD. Mereka akan hadir mulai dari buku kelas 1 hingga 6 secara berturut-turut. 

"Ada si Edo yang keriting, itu cerminan Papua. Ada si Siti yang berjilbab, ada si Dayu dari Bali, ada si Lani yang sipit, dia Chinese, ada juga si Beni orang Batak," ujar Nuh di Kutai Timur, Kalimantan Timur, Kamis (29/5). 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA