Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Dompet Dhuafa Gelar Konferensi Perdamaian Pemuda

Jumat 24 Jan 2014 22:20 WIB

Rep: MG41/ Red: Hafidz Muftisany

Parni Hadi, Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa

Parni Hadi, Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa

Foto: Agung Sasongko/ROL

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa (DD) mengadakan seminar 'Internasional Conference On Youth for Peace Union' di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Presiden Direktur DD Ahmad Juwaini mengatakan lembaganya ingin mengurai sisi kedamaian dunia yang banyak terjadi konflik terutama di Indonesia.

"Tema seminar ini adalah Role of Media in conflict resolution," kata Juwaini saat membuka acara, Jumat (24/1).

Pemimpin Redaksi Republika pertama, Parni Hadi yang didaulat sebagai pembicara mengungkapkan berbagai konflik yang terjadi tak jauh dari faktor ekonomi. "Karena itu, sebagai pemuda harus memberikan kontribusi yang baik untuk Negara kita dengan cara-cara perdamaian," papar Parni.

Direktur Program DD, Rini Suprihantati mengatakan seminar tersebut bertujuan menjadikan generasi-generasi yang bisa membawa perubahan. "Terutama para pemuda," kata dia. ia berharap saat peserta pulang ke daerah masing-masing, ada pemuda yang bisa memberikan kontribusi kepada daerahnya dengan cara perdamaian. "Sehingga daerah yang mengalami konflik lebih baik lagi ke depannya."

Sekjen Youth for Peace Union  Md. Kamrujjamant mengatakan peserta seminar ini bukan hanya dari Indonesia saja tetapi ada yang langsung  dari luar negeri. "Ada dari India, Filiphina dan Australia," ujar mahasiswa UNPAD asal Bangladesh ini.

Salah satu peserta dari STAIN Salatiga, Siti Nurkhasanah (21) mengaku mendapat manfaat dari acara ini. Ia yang mewakili asramanya berujar tema yang diangkat sangat menarik. Selain mendapat ilmu, ujar dia, perserta juga bisa memberikan kontribusi kepda masyarakat daerah.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA