Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Mendikbud Jelaskan Kurikulum 2013 di London

Selasa 21 Jan 2014 21:59 WIB

Red: Mansyur Faqih

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh

Foto: ISTIMEWA

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mendikbud Mohammad Nuh berkeyakinan pendidikan memainkan peran strategis dalam kemitraan global serta dapat memutus lingkaran setan dalam pengentasan kemiskinan. Hal itu ia sampaikan pada pembukaan Education World Forum (EWF) 2014 di London, Inggris, Senin (20/1). 

Atase Pendidikan KBRI London TA Fauzi Soelaiman menjelaskan, Forum pendidikan dunia itu dihadiri sekitar 101 menteri dari berbagai negara. Lebih dari 90 negara mengirimkan perwakilannya dan menampilkan 60 pembicara internasional.

Pada kesempatan itu, katanya, mendikbud menyampaikan tentang Kurikulum 2013. Termasuk, mengenai kreativitas dan inovasi sebagai aset yang paling penting dan perlu dimiliki anak didik. 

Melalui penggunaan pendekatan ilmiah pembelajaran, metode baru telah berkembang menjadi kekuatan. Siswa pun harus aktif terlibat dalam mengamati, bertanya, bergaul, dan bereksperimen.

Dalam kesempatan memaparkan mengenai Kurikulum 2013, Nuh mengatakan Indonesia telah mengimplementasikannya sejak 2013.

Kurikulum baru diharapkan dapat mengubah pola pikir guru dan metodologi proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas perguruan tinggi pendidikan guru serta menanggapi kebutuhan.

Dikatakannya Kurikulum 2013 menyoroti pentingnya memanusiakan manusia. Kurikulum baru ini menekankan kebutuhan siswa untuk menguasai kompetensi abad 21 yang terdiri dari sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Dari hasil monitoring dan evaluasi program yang mencakup semua peserta yang berpartisipasi dalam Kulikulum 2013 tercapai sebanyak 6.326 sekolah. Dikatakannya mulai tahun akademik mendatang, Kurikulum 2013 akan dilaksanakam di seluruh Indonesia akan ditingkatkan hingga nasional , yang akan melibatkan lebih dari 208 ribu sekolah, 31 juta siswa dan sekitar 1,4 juta guru .

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA