Ahad 08 Sep 2013 16:40 WIB

Kemdikbud Usul Gedung Sekolah Dinamai Nama Donatur

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Djibril Muhammad
Logo Kemendikbud
Logo Kemendikbud

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alokasi Anggaran untuk pembangunan infrastruktur sekolah minim, membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), memutar otak untuk mencari dana. Salah satu opsinya, menggandeng pihak swasta.

Menurut Direktur Pembinaan dan Pengembangan SMA Kemendikbud, Harris Iskandar, Ia memiliki ide untuk menjual hak nama sekolah pada donatur.

"Jadi, kalau ingin namanya diukur jadi nama gedung sekolah, sumbang sekolahnya. Nyumbang Rp 200 juta, namanya diukir. Ini baru konsep ya," ujar Harris kepada Republika, Ahad (8/9).

Harris mengatakan, kalau donatur memiliki anggaran yang lebih kecil, boleh saja. Namun, kemungkinan namanya hanya bisa dijadikan untuk nama laboratorium. Karena, dananya hanya cukup untuk membiayai laboratorium.

"Pasarnya, pasti ada karena Indonesia kan narsis. Dan nama kita akan diukur dikenang anak cucu," katanya.

Saat ditanya, bagaimana kalau konsep ini dinilai komersil, Harris mengatakan, tidak masalah. Sebab, kepentingannya untuk mencerdaskan bangsa. "Kalau konsep ini dijalankan, saya yakin infrastruktur sekolah akan cepat baik," katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement