Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

UMM Siap Pecahkan Rekor MURI Tempe Berbentuk Dinosaurus

Selasa 02 Apr 2019 18:37 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Reiny Dwinanda

Proses pengerjaan replika tempe karya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Proses pengerjaan replika tempe karya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Foto: dok. Humas UMM
Replika dinosaurus dari tempe akan dipamerkan UMM di Jawa Timur Park 3.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kelompok mahasiswa praktikum “Prospero” event management Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertekad mengukir Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Sabtu (6/4) mendatang. Mereka akan membuat replika dinosaurus terbesar berukuran 7x5 meter yang terbuat dari tempe.

Rencananya, replika tempe dinosaurus ini akan "disembelih" oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Penyembelihan ini sekaligus sebagai simbol peresmian tempat wisata baru di Kota Batu, yakni Kampung Hijau Tempenosaurus.

Dosen pembimbing, Jamroji, mengatakan, pembuatan tempe dinosaurus ini sudah mulai dilakukan sejak Selasa (2/4) mengingat proses penyelesaiannya membutuhkan waktu tiga sampai empat hari. Replika tempe tersebut nantinya akan dibagikan kepada pengunjung dan masyarakat yang melintas di sekitar kawasan wisata Jawa Timur Park 3.

“Untuk membuat replika tempe dinosaurus tersebut dibutuhkan kurang lebih 12 sampai 15 orang dan menghabiskan biaya hampir Rp 20 juta untuk menyiapkan alat dan juga bahan-bahan,” kata Jamroji melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Selasa (2/4).

Agar mampu mewujudkan pemecahan rekor MURI, Jamroji dan mahasiswa bimbingannya melibatkan berbagai pihak. Tidak hanya warga sekitar, mereka juga menggandeng perusahaan PT Indana, yang merupakan penyedia cat Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) dan Jawa Timur Park Group.

Jamroji tak menampik, usaha pemecahan rekor ini tidak berjalan mulus. Banyak hal yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama. Sebab, proyek ini melibatkan berbagai pihak sehingga dalam membuat suatu keputusan harus dimusyawarahkan bersama.

Menurut Jamroji, pengajuan pemecahan rekor MURI ini memiliki beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Rencana awal, replika tempe dinosaurus itu akan diberi formalin lalu dipamerkan di Jawa Timur Park 3. Namun, untuk kategori makanan, tempe yang dibuat replika disyaratkan harus bisa dikonsumsi dan tidak boleh tersisa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA