Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

UMM Luncurkan Mobil Listrik Mecantronik

Senin 25 Mar 2019 17:07 WIB

Red: Esthi Maharani

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan mobil listrik Mecantronik FT UMM yang akan mengikuti kompetisi Shell Eco Marathon Asia di Malaysia pada 29 April sampai 2 Mei 2019.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan mobil listrik Mecantronik FT UMM yang akan mengikuti kompetisi Shell Eco Marathon Asia di Malaysia pada 29 April sampai 2 Mei 2019.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Mobil Listrik Mecantronik merupakan mobil hemat energi.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan mobil listrik Mecantronik di Gedung Rektorat UMM, Senin (25/3). Mobil ini diperuntukkan untuk ajang Shell Eco Marathon Asia di Malaysia pada 29 April hingga 2 Mei 2018.

Manajer Tim Mobil Listrik Mecantronik, Afrianto menerangkan, konsep mobil yang diciptakan pihaknya tidak beda dengan konsep telah ditetapkan tim penyelenggara. Kedelapan anggota tim diwajibkan menyajikan mobil hemat energi. "Kita harus membuat mobil yang seefisien mungkin agar menang lomba," kata Afrianto saat ditemui Republika, di Gedung Rektorat UMM, Malang, Senin (25/3).

Menurut Afrianto, mobil yang memiliki daya 500 Watt ini para dasarnya terbagi dalam dua komponen. Komponen mekanik berarti mobil harus mampu meminimalisasikan gesekan. Selain juga harus benar-benar memaksimalkan konsumen energi.

"Dan konsumsi energi mobil (ini) di kompetisi terakhir sekitar 335 Km per KwH," ujar Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ini.

Komponen yang dimiliki mobil listrik UMM selanjutnya, yakni elektrik. Di aspek ini, mobil harus minim hambatan dengan konsumsi baterai yang benar-benar dimaksimalkan.

Afrianto mengaku, mobil dengan kecepatan 35 km per jam ini sempat digunakan dalam ajang nasional beberapa waktu lalu di Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Konsep pertandingan ini tak beda dengan ajang Shell terbaru di Malaysia nanti. Kedua ajang sama-sama  mengedepankan konsep efisiensi energi.

"Jadi kita di sini hanya menyempurnakan sebelumnya," tambah dia.

Selain UMM, terdapat tiga kampus di Jawa Timur (Jatim) lainnya yang lolos dalam ajang internasional tersebut. Antara lain Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). "Kalau se-Indonesia ada 29 tim yang lolos," tambah dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA