Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Keraton Yogyakarta-UNY Kerja Sama Digitalisasi Naskah Kuno

Sabtu 23 Feb 2019 05:36 WIB

Red: Esthi Maharani

Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta

Foto: Republika/Imam Budi Utomo
Kerja sama dengan akademisi mampu mendorong pelestarian budaya

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Keraton Yogyakarta sepakat menjalin kerja sama dengan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Kerja sama itu meliputi magang mahasiswa serta digitalisasi dan pengkajian naskah kuno atau manuskrip milik keraton.

"Untuk membangun kemitraan dengan akademisi, kami sepakat untuk bekerja sama dengan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)," kata perwakilan dari Keraton Yogyakarta KPH Notonegoro di Yogyakarta, Jumat (22/2).

Saat berkunjung ke FBS UNY dalam rangka sosialisasi kegiatan "jumeneng" 30 tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X, Notonegoro mengatakan kerja sama dengan akademisi mampu mendorong pelestarian budaya, mengingat sumberdaya manusia di Keraton Yogyakarta terbatas.

"Dalam program magang mahasiswa, misalnya, mahasiswa bisa membantu proses digitalisasi dan pengkajian manuskrip milik keraton. Oleh karena itu, Keraton Yogyakarta membuka kesempatan mahasiswa untuk magang di keraton," kata Notonegoro.

Kerabat Keraton Yogyakarta RM Marrel Suryokusumo mengatakan dalam rangka "'Mangayubagya' 30 Tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X Bertahta", keraton menyelenggarakan beberapa kegiatan, di antaranya "Simposium International on Javanese Studies and Manuscripts of Keraton Yogyakarta" pada 5-6 Maret 2019.

"Selain itu, Keraton Yogyakarta juga mengadakan pameran bertajuk 'Merangkai Jejak Peradaban Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat' pada 7 Maret hingga 7 April 2019. Pameran diadakan di Pagelaran Keraton Yogyakarta," kata Marrel.

Sementara itu, Dekan FBS UNY Prof Dr Endang Nurhayati mengatakan ada beberapa kesepakatan yang akan terjalin antara FBS UNY dengan Keraton Yogyakarta, di antaranya program digitalisasi dan pengkajian manuskrip milik keraton dan program magang bagi mahasiswa. Kesepakatan itu akan dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA).

Program magang bagi mahasiswa, menurut dia, bisa diikuti oleh mahasiswa baik dari program studi seni maupun bahasa sehingga mereka akan memperoleh sesuatu yang baru, yang jarang diketahui khalayak.

"Kami juga menawarkan diri untuk ikut membedah naskah yang dipamerkan seperti alih aksara manuskrip dan mendiskusikannya dari berbagai sudut pandang agar orang lain juga mengetahui dan memahami," kata Endang.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA