Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Menteri: Idealnya Satu Provinsi Satu Prodi Kedokteran

Sabtu 26 Jan 2019 08:30 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Ratna Puspita

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Izin prodi kedokteran upaya Kemenristekdikti membangun SDM kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Nasir agar kualitas dan kuantitas SDM kesehatan merata di Indonesia, setiap provinsi minimal memiliki satu perguruan tinggi dengan program studi kedokteran.

“Setiap provinsi di Indonesia harus ada minimal satu perguruan tinggi yang memiliki Prodi Kedokteran,” kata Nasir melalui pesan tertulis, Sabtu (26/1).

Bagi perguruan tinggi negeri yang belum membuka prodi kedokteran diminta proaktif berupaya memenuhi syarat pembukaan prodi kedokteran. Karena setelah memenuhi syarat, kata dia, Kemenristekdikti tidak akan menunda memberikan izin.

“Izin prodi kedokteran ini saya serahkan sebagai upaya Kemenristekdikti membangun SDM kesehatan,” kata Nasir. Dengan demikian, dia berharap, pelayanan kesehatan di berbagai daerah semakin baik dan merata.

Selain mempermudah pembukaan prodi kedokteran, Kemenristekdikti telah melakukan penyederhanaan pembukaan prodi untuk bidang science, technology, enginereeng and mathematics (STEM). Untuk itu kampus juga didorong untuk membuka prodi baru di bidang STEM. Hal itu perlu dilakukan untuk menyiapkan SDM yang siap menghadapi era revolusi industri.

"Selain penyederhaan kita juga mempercepat, kalau dulu kan evaluasi dilakukan 2 kali setahun sekarang kita buat continue jadi batch nya diperbanyak lah sehingga bisa lebih cepat," kata Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim.

Syarat pembukaan prodi, kata dia, sekarang juga di desain menjadi lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Meski begitu, kualifikasinya masih tetap mengacu pada standar mutu pembukaan prodi baru.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA