Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Mahasiswa Untad Palu Jalani Kuliah di Unair

Kamis 01 Nov 2018 10:18 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Rektor Unair Mohammad Nasih (kedua kanan) menjelaskan terkait adanya 10 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah yang akan menjalani kuliah

Rektor Unair Mohammad Nasih (kedua kanan) menjelaskan terkait adanya 10 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah yang akan menjalani kuliah "sit in" di kampusnya

Foto: Dadang Kurnia / Republika
10 mahasiswa Untad Palu yang menjalani kuliah 'sit in' berasal dari berbagai prodi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menerima 10 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah yang akan menjalani kuliah "sit in" hingga perbaikan kampusnya selesai. Seperti diketahui, bangunan Untad Palu mengalami kerusakan hingga 70 persen akibat bencana alam gempa dan tsunami di wilayah tersebut. Sehingga tidak memungkinkan digunakan aktivitas belajar mengajar.

Rektor Unair Mohammad Nasih menjelaskan, 10 mahasiswa Untad Palu yang menjalani kuliah 'sit in' itu berasal dari beberapa program studi yaitu S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, serta S1 Kelautan dan Perikan.

"Semua mahasiswa yang berniat ke Unair kami terima dengan baik. Mereka sudah sit in dengan baik. Kita berharap program sit in ini tuntas dan sempurna sampai dengan akhir semester. Sehingga, record akademik mahasiswa bersangkutan bisa kita sampaikan pada Untad," kata Nasih di Surabaya, Kamis (1/11).

Nasih mengaku tidak keberatan jika akhirnya mahasiswa asal Palu itu tetap ingin berkuliah di Unair setelah semester berakhir, maka bisa menggunakan mekanisme sistem transfer kredit. Namun hal itu bisa terjadi jika Untad memperbolehkan mahasiswa tersebut untuk transfer kredit di Unair.

"Namun untuk dimulai semester ini tidak bisa karena perkuliahan sudah berjalan tengah semester. Semester depan bisa dimulai untuk transfer kredit," ujar Nasih.

Nasih menjelaskan, nantinya 10 mahasiswa asal Untad Palu itu akan digratiskan semua biaya perkuliahan. Tak hanya itu, 10 mahasiswa tersebut juga akan mendapat bantuan biaya keperluan hidup selama berkuliah di Unair Surabaya.

"Terkait bantuan pembiayaan diberikan sebesar Rp1 juta dari Dikti untuk korban terdampak bencana Palu-Donggala, hal itu ada mekanisme tertentu. Mereka yang menjadi miskin mendadak ada mekanisme dari Dikti. Sepanjang persyaratan terpenuhi, Dikti akan membantu," kata Nasih.

Salah satu mahasiswa Untad yang menjalani kuliah sit in di Unair dari prodi S1 Ilmu Hukum Nikita Syahrin Maqfira mengungkapkan, pilihannya menjalani kuliah sit in di Unair karena dorongan dari orang tuanya. Unair dipilihnya karena banyak keluarganya yang tinggal di Kota Pahlawan

"Setelah bencana, orang tua mengatakan bagaimana caranya agar melanjutkan kuliah dan disarankan ke Surabaya karena ada keluarga di Surabaya. Tanpa pikir panjang saya pilih ke Unair," kata Nikita.

Nikita pun mengaku senang bisa diterima dengan baik untuk me jalani kuliah sit in di Unair. Nikita juga mengaku selama menjalani proses registrasi tidak dipersulit oleh pihak kampus. Nikita menyatakan, selama menjalani perkuliahan dirinya akan tinggal bersama saudaranya yang ada di wilayah Perak.

Mahasiswa S1 Ilmu Hukum lainnya, Koko Putra Sikumbang mengatakan selama seminggu menjalani kuliah sit in di Unair, dirinya merasa diterima oleh Unair dan juga mahasiswa lain. Selain itu menurutnya lebih banyak materi dan pengetahuan yang dia dapat.

"Dari sekian banyak kampus yang membuka kesempatan untuk sit in, saya memilih sit in di Unair karena telah terakreditasi A serta adanya dukungan dari orang tua," ujarnya.

Meskipun sudah diimbau pihak Untad untuk kembali ke Palu pada tanggal 5 November mendatang, namun Koko menyatakan akan menyelesaikan satu semester di Unair. Dimana pada 5 November 2018 rencananya aktivitas perkuliahan di Untad sudah dijalankan.

"Tapi tidak semua bangunan akan digunakan. Kami juga menunggu Dinas Pekerjaan Umum mengecek bangunan. Kabarnya sudah ada bantuan tenda untuk kegiatan belajar mengajar di sana," kata Koko.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA