Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Merger Perguruan Tinggi Swasta Sulit

Ahad 14 Oct 2018 19:41 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Agung Sasongko

Penggabungan perguruan tinggi swasta

Penggabungan perguruan tinggi swasta

Foto: republika
Banyak PTS dan yayasan yang enggan dimerger.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kecil untuk melakukan merger atau penggabungan masih sangat minim, yakni baru sekitar 100 PTS dari target 200 PTS yang dimerger pada tahun 2018. Karena itu, Forum Rektor Indonesia (FRI) mengusulkan agar PTS kecil melakukan konsolidasi ketimbang merger.

Wakil Dewan Pertimbangan Forum Rektorat Indonesia (FRI) Prof Asep Saifuddin menyampaikan, ada dua tipe konsolidasi yang bisa diterapkan yakni voluntary merger dan akuisisi. Menurut dia, voluntary merger bisa diterapkan untuk beberapa PTS dengan persamaan level universitas. Sedangkan akuisisi untuk beberapa PTS kecil yang punya visi sama dengan satu universitas besar, seperti PT Muhammadiyah.

"Misalnya satu PT Muhammadiyah mengakusisi Sekolah-sekolah Tinggi Pendidikan Agama. Ini sekedar contoh saja," kata Prof Asep saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (14/10).

Asep menilai, selama ini upaya merger (penggabungan) perguruan tinggi swasta (PTS) memang cukup sulit. Karena jika merger adalah proses penggabungan antara dua atau lebih PTS dan hanya ada 1 PTS yang dipertahankan maka banyak PTS dan yayasan yang enggan dimerger.

"Dalam hal ini PTS dan yayasan yang dimerger pasti keberatan kecuali dengan kompensasi yang memadahi, termasuk nilai asetnya," jelas Asep.

Secara kultural pun, lanjut Asep, merger ini tidak mudah dilakukan karena pada umumnya PTS dan yayasan punya sejarah keluarga yang ingin dipertahankan turun temurun. Sehingga dia menyarankan, agar PTS kecil melakukan konsolidasi dengan PTS atau yayasan yang dianggap inferior.

Dia melanjutkan, dengan konsolidasi maka bisa jadi akan lahir PTS besar baru yang sehat. Karena aset dapat dijual dan disatukan untuk membangun PT besar yang baru. Sehingga tinggal upgrading dosen dan staf untuk menyesuaikan standar nasional.

Sebelumnya diberitakan, target penggabungan (merger) 200 perguruan tinggi swasta (PTS) kecil pada tahun ini nampaknya tidak berjalan mulus. Pasalnya, per Oktober ini baru sekitar 100 PTS yang berhasil dimerger.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengakui, proses penggabungan PTS kecil yang dinaungi oleh yayasan berbeda sangat sulit karena masing-masing yayasan memiliki kepentingan. Untuk 100 PTS yang sudah dimerger saja, kata dia, mayoritas adalah PTS yang bernaung pada satu yayasan yang sama.

"Merger ini sudah berjalan dengan baik tapi memang nampaknya belum signifikan, baru 100 (PTS), padahal target saya itu di angka 200," ungkap Nasir saat dihubungi oleh Republika.co.id, kemarin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA