Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Atlet Peraih Medali Emas Bisa Kuliah S2 Gratis di IPB

Senin 03 Sep 2018 06:29 WIB

Red: Irwan Kelana

Pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah menggigit medali emas usai mengalahkan pilat Vietnam Thai Linh Nguyen pada cabang olahraga silat Asian Games 2018 kategori kelas 55-60 kilogram  di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Rabu (29/8).

Pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah menggigit medali emas usai mengalahkan pilat Vietnam Thai Linh Nguyen pada cabang olahraga silat Asian Games 2018 kategori kelas 55-60 kilogram di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Rabu (29/8).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ini merupakan bentuk penghargaan jangka panjang kepada atlet berprestasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pesta olahraga se-Asia (Asian Games) baru saja usai, Ahad (2/9). Kontingen Indonesia berhasil mencapai target di Asian Games 2018, dengan berada di urutan keempat setelah Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Atlet nasional Indonesia berhasil meraih total 98 medali dengan rincian 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

Pemerintah memberikan apresiasi kepada atlet yang berprestasi antara lain berupa uang  tunai dan pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Institut Pertanian Bogor (IPB) pun turut memberikan perhatian kepada para atlet peraih medali emas Asian Games 2018. Bentuknya berupa pemberian beasiswa.

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan para pejuang olah raga yang telah mengharumkan nama bangsa melalui raihan medali,  IPB memberikan penghargaan kepada peraih medali emas yang akan melanjutkan studi S2 di IPB, dengan memberikan beasiswa berupa pembebasan biaya SPP selama belajar di IPB,” kata Rektor IPB Arif Satria dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (2/9).

Ia mengemukakan, penghargaan berupa bonus-bonus yang saat ini diberikan oleh pemerintah sangat penting untuk menjamin kesejahteraan para atlet. Dengan bonus tersebut para atlet bisa memiliki tempat tinggal dan mungkin juga merintis usaha untuk jaminan hari tua.

“Namun tak kalah penting yang harus diberikan adalah jaminan kelanjutan pendidikan agar para atlet dapat memasuki dunia kerja dengan mengandalkan profesionalitasnya di bidang nonolahraga. Dengan demikian penghargaan yang diberikan kepada mereka tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi juga jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk merealisasikan hal itu, para atlet yang berminat dapat menghubungi dan berkonsultasi pada Dekan Sekolah Pascasarjana IPB.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA