Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Robot ITS Raih 19 Penghargaan di Taiwan

Selasa 14 Aug 2018 02:10 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Robot Ichiro menendang bola saat diperagakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/7).

Robot Ichiro menendang bola saat diperagakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/7).

Foto: Antara/Didik Suhartono
Belasan penghargaan itu diraih ITS dalam ajang FIRA RoboWordl Cup 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih 19 penghargaan dalam ajang "FIRA RoboWorld Cup 2018" di Feng Chia University di Kota Taichung, Taiwan. Belasan penghargaan itu disumbang oleh tim Ichiro (robot berkaki) yang bertanding pada kategori FIRA Humanoid Robot Cup (HuroCup), tim Iris (robot beroda) yang bertanding pada kategori FIRA Roboshot, dan Tim Bayu Caraka (robot terbang) yang bertanding pada kategori FIRA Air.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenristekdikti atas semua kesempatan dan dukungan yang diberikan sampai kami juara. Tim Robotik ITS akan berusaha menunjukkan yang terbaik pada kontes-kontes lain di masa yang akan datang," kata Pembina Tim Robotika ITS Muhtadin, ST, MT dalam keterangan pers yang diterima Antara di Surabaya, Senin (13/8).

Selain mendapat 19 penghargaan, Robot Ichiro Adultsize yang mendapat Juara 2 weightlifting juga berhasil mendapatkan rekor dunia. Sampai penyelenggaraan FIRA RoboWorld Cup ke-23 kalinya, rekor weightlifting untuk robot kelas Adultsize adalah 100 keping CD.

Muhtadin mengungkapkan, selama mempersiapkan lomba, pihakya mencoba selalu berlatih dengan jumlah 100 CD dan ternyata robot mampu bekerja dengan baik. Oleh karena itu, menurut dosen Teknik Komputer ini, tim Ichiro mencoba menambah jumlah CD yang diangkat menjadi 130 CD, sehingga memecahkah rekor dunia.

"Hal ini dapat tercapai karena memang robot kami yang berukuran besar (yang bertanding pada kelas Adultsize, red) mempunyai kestabilan yang bagus dan telah kami kembangkan selama dua tahun ini," ujarnya.

Walaupun membawa 19 gelar, Tim Robotik ITS juga sempat menemui kesulitan. Dikatakan oleh Muhtadin, pada tahun ini beberapa lomba dilakukan perubahan aturan dibandingkan dengan tahun lalu. Aturan tersebut dibuat lebih sulit dibandingkan dengan tahun lalu untuk memberikan tantangan ke masing-masing peserta.

"Pada beberapa perlombaan, kami kesulitan menyesuaikan dengan aturan yang baru tersebut karena keterbatasan waktu yang kami miliki akibat dari padatnya jadwal perlombaan yang harus kami ikuti," ucapnya.

Walau begitu, kata Muhtadin, kesalahan-kesalahan yang terjadi selalu menjadi pembelajaran untuk kesuksesan di masa mendatang. Tim Robotika ITS masih memiliki target-target lain yang harus dicapai.

Untuk tim Ichiro, masih memiliki target untuk menjadi juara Robocup pada kelas Kidsize, serta mempertahankan juara pada kelas Teensize yang telah diraih sebelumnya di Kanada.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES