Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Geologi UGM 83 Luncurkan Buku Geologi untuk Negeri

Senin 13 Aug 2018 13:44 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Ketua Keluarga Alumni Teknik Geologi Gadjah Mada, Anif Punto Utomo (kanan) enyerahkan Buku Geologi untuk Negeri dan Told & Untold Story kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta.

Ketua Keluarga Alumni Teknik Geologi Gadjah Mada, Anif Punto Utomo (kanan) enyerahkan Buku Geologi untuk Negeri dan Told & Untold Story kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta.

Foto: Dokumen.
Peluncuran dua buku ini merupakan rangkaian Reuni Akbar Teknik Geologi UGM 83.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Alumni Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta angkatan 1983 menilai negara belum mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat secara optimal. Kekayaan alam itu belum pula optimal sebagai mesin penggerak tranformasi dari negara berkembang menjadi negara maju.

Hal itu diungkapkan Chief Editor Buku Geologi untuk Negeri: Solusi Kebijakan Ekstraksi, Mitigasi, dan Konservasi Sumber Daya Geologi, Adi Maryono, ketika peluncuran di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), akhir pekan lalu.

Selain Geologi untuk Negeri, diluncurkan Buku Perjalanan 59 Tahun Teknik Geologi UGM, Told & Untold Story. Peluncuran dua buku ini merupakan rangkaian Reuni Akbar Teknik Geologi UGM 83.

Peluncuran ditandai penyerahan dua buku (Geologi untuk Negeri dan Told & Untold Story) dari Ketua Keluarga Alumni Teknik Geologi Gadjah Mada, Anif Punto Utomo, kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Dilanjutkan penyerahan kepada Rektor UGM, Panut Mulyono, dekan Fakultas Teknik, ketua Departemen Teknik Geologi, pelaku sejarah, dan seluruh tamu undangan yang hadir.

Adi berharap, Geologi untuk Negeri bisa menjadi masukan alternatif bagi pemerintahan. Sehingga, sumber daya alam bisa dikelola dengan baik untuk menyejahterakan bangsa Indonesia.

Pemerintah harus bisa meletakkan peran eksploitasi sumber daya alam sebagai mesin penggerak pembangunan nasional berkelanjutan. Serta, berwawasan lingkungan dan sosial, transformasi Indonesia dari berkembang ke maju.

Buku ini, lanjut Adi, memberi masukan tentang mitigasi bencana alam. Hal ini dimaksud sebagai ikhtiar melindungi segenap bangsa Indonesia dari ancaman berbagai bahaya bencana alam yang ada.

"Buku sederhana ini murni mutiara-mutiara dari alumni Geologi UGM, khususnya angkatan 1983 yang telah 30 tahun ini berkarya di bidang Migas, Minerba, panas bumi, energi terbarukan, dan geologi lingkungan," kata Adi.

Ketua BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati, yang juga alumni Teknik Geologi 83 mengatakan, geologi dalam melindungi seluruh bangsa dan seluruh warga negara Indonesia telah mengikuti perkembangan teknologi era industri 4.0.

"Bahkan, sudah melangkah ke industri 5.0. Tidak hanya berbasis Artificial Intelligence (AI), internet of change, tapi juga berbasis social engeenering," ujar Dwikorita.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi inisiatif Alumni Teknik Geologi ‘83 menulis buku Geologi untuk Negeri. Buku ini dinilai sangat bermanfaat bagi negara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Menulis buku itu gampang, tapi kalau tidak dilandasi niat yang kuat tidak akan terwujud. Sedangkan, buku Told & Untold Story, baru angkatan 83 yang menulisnya," kata Basuki.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA