Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Menristekdikti: Negara Maju Selalu Tingkatkan Inovasi

Kamis 09 Aug 2018 12:20 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memberikan sambutan dalam acara peresmian kapal penangkap cumi dan kapal cepat di Jakarta, Sabtu, (7/4).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memberikan sambutan dalam acara peresmian kapal penangkap cumi dan kapal cepat di Jakarta, Sabtu, (7/4).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Riset dan inovasi harus menjadi fokus utama dalam membangun bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan. Perkembangan teknologi yang semakin pesat harus diimbangi dengan riset dan inovasi. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir pun menegaskan, maju atau tidaknya suatu bangsa tidak akan lagi dilihat dari sumber daya alamnya tetapi dilihat dari inovasi yang dihasilkan bangsa.

"Negara yang maju bukan karena jumlah penduduk yang besar, negara yang besar adalah negara yang punya inovasi, riset semakin tinggi," kata Nasir ketika membuka kegiatan ilmiah Riset, Inovasi menuju Ekonomi Era Industri 4.0 di Pekanbaru, Riau, Kamis (9/8).

Nasir mengatakan, riset dan inovasi harus menjadi fokus utama dalam membangun bangsa. Namun begitu, dia juga menekankan agar riset dibuat adalah riset yang berbasis output. Sehingga riset bisa mudah diimplementasikan langsung untuk masyarakat.

"Riset berbasis output itu penting, sehingga riset-riset itu bisa match dengan arah pembangunan bangsa," jelas dia.

Di sisi lain, Nasir juga menyampaikan, per tanggal 7 Agustus 2018 jumlah publikasi ilmiah Indonesia yang terindeks Scopus terus meningkat dan mencapai 16.568 publikasi. Berada di posisi kedua, setelah Malaysia yang memiliki publikasi ilmiah sebanyak 17.211 publikasi.

Peningkatan jumlah publikasi tersebut menurut Nasir, tidak terlepas dari adanya pemetaan riset yang tercantum dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN). Sehingga sedikit demi sedikit riset dan publikasi Indonesia semakin baik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA