Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Lima Mahasiswa Unisa Ikuti Pelatihan di Taiwan

Rabu 25 July 2018 17:36 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Yusuf Assidiq

Mahasiswa Unisa peserta pelatihan di Taiwan.

Mahasiswa Unisa peserta pelatihan di Taiwan.

Foto: Dokumen.
Pelatihan ini salah satu realisasi kerja sama antara Unisa dengan TIHTC.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Sebanyak lima mahasiswa Fakultas Kesehatan Unisa (Universitas Aisyiyah) Yogyakarta menjadi delegasi untuk mengikuti pelatihan di Taiwan International Health Care Training Center (THTC) selama tiga pekan (16 Juli-8 Agustus 2018). Mereka dilepas oleh Kepala Kerja Sama Internasional Unisa, David Sulistiawan Aditya, akhir pekan lalu.

‘’Mahasiswa yang menjadi delegasi ke Taiwan harus mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Yang menyerap semua keilmuan yang dipelajari selama pelatihan. Sehingga berguna untuk profesi yang sedang dijalankan oleh mahasiswa masing-masing,’’ kata Wakil Rektor I Unisa Taufiqurrahman, Selasa (24/7).

Selanjutnya, Koordinator Kerja Sama Internasional Unisa, Indriani, mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu realisasi kerja sama antara Unisa dengan TIHTC yang telah disepakati beberapa tahun. Tujuannya untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait perawatan di negara maju.

Adapun kegiatan yang diikuti antara lain mengikuti perkuliahan/kelas tentang keperawatan, kunjungan ke beberapa sektor kesehatan di Taiwan, culture tour, dan final presentation. Materi pelatihan untuk keperawatan memfokuskan pada materi Surgical Nursing, Nursing Emergency Management (NEMS), serta General Ward.

Sedangkan kebidanan memfokuskan pada Perinatal Care dan diberi kesempatan untuk praktik di rumah sakit atau klinik kebidanan selama sepekan. Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Keperawatan Suratini menjelaskan sekembalinya lima  mahasiswa ke Indonesia nantinya bisa menularkan ilmu dan berbagi pengalaman yang mereka peroleh dari Taiwan kepada teman-temannya di Unisa.

“Sebagai tenaga kesehatan dalam era global tidak hanya melakukan hal-hal yang sifatnya rutinitas saja, melainkan juga harus mampu menjadi duta bangsa/ambassador dan menjadi agent of change bagi lingkungan sekitar,” katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES