Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

UMM Siapkan Tenaga Kesehatan Bekerja di Jepang

Jumat 06 Jul 2018 04:00 WIB

Rep: wilda fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang perawat saat bertugas merawat pasien (ilustrasi).

Seorang perawat saat bertugas merawat pasien (ilustrasi).

Foto: Dok Republika
Pengiriman tenaga kerja alumni UMM ini dilaksanakan 2019 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap mengirim alumni Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) bekerja di Jepang. Hal ini dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman dan peluncuran program Magang Kerja di Jepang, baru-baru ini.

Direktur Mate-Care Jepang, Kamimura Yoichiro menyampaikan, saat ini Jepang sedang kekurangan banyak tenaga kerja di beberapa lapangan pekerjaan. Beberapa di antaranya di bidang keguruan, teknik perkapalan, teknik informatika, pariwisata dan kesehatan. Karenanya, peluang kerja khususnya bagi para alumni Keperawatan UMM terbuka lebar.

UMM resmi menindaklanjuti program pengiriman tenaga kerja alumni Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM di beberapa rumah sakit naungan Mate Care Jepang.  Pengiriman tenaga kerja ini akan dilaksanakan 2019 nanti. Khusus pada kontrak kerjasama ini, para alumni Ilmu Keperawatan akan bekerja selama lima tahun di Jepang dengan gaji sekitar 25 juta per bulan.

“Pada beberapa bulan lagi, di Jepang akan membuka peluang bekerja tidak hanya pada bidang kesehatan namun juga bidang lainnya seperti perkapalan dan pariwisata,” kata dia.

Lebih lanjut, pria dengan pribadi hangat ini juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UMM atas kerjasama ini. Ia mengaku sudah banyak melakukan pertemuan dengan beberapa universitas di Indonesia. Namun hanya UMM yang segera dan siap menyambut kerjasama tersebut.

“Kami sudah melakukan banyak kerjasama, tapi saya sangat bangga dan kagum dengan kesungguhan UMM dalam mengembangkan peluang pekerjaan bagi alumninya,” kata Yoichiro melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id.

Sementara itu, Kepala UPT KBA UMM Sri Hartiningsih menyambut baik kepercayaan Mate-Care Jepang kepada UMM untuk menyiapkan tenaga kerja bidang kesehatan. Dalam hal ini terutama untuk mempersiapkan kemampuan bahasa Jepang yang akan menjadi bekal.

Sebagai tahap awal persiapan, UPT KBA UMM membuka kelas khusus alumni FIKES yang ingin belajar bahasa Jepang selama delapan bulan. Mereka akan mendapatkan pengajaran secara intensif selama delapan bulan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA