Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Menristekdikti Raih Penghargaan dari ITB

Rabu 04 Jul 2018 14:18 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Gerbang Kampus ITB/ilustrasi

Gerbang Kampus ITB/ilustrasi

Menristekdikti telah sukses menghasilkan berbagai kebijakan terobosan fundamental

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meraih penghargaan Ganesa Prajamanggala Bakti Adiutama dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Nasir mendapatkan penghargaan ini karena telah menunjukkan jasa dan pengabdian yang menonjol selama menjabat.

"Penghargaan ini diberikan karena Pak Menteri telah sukses menghasilkan berbagai kebijakan terobosan fundamental dalam mengawal perkembangan dan kemajuan riset, teknologi dan pendidikan tinggi di Indonesia," kata Rektor ITB Prof Kadarsah Suryadi melalui pesan tertulis, Rabu (4/7).

Dia menyebutkan, ada beberapa kebijakan penting yang dilahirkan oleh Menristekdikti antara lain akselerasi Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) dan Pendidikan Berbasis Daring dalam Program SPADA yang mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi dan lain sebagainya.

Selain itu, dia juga menilai, Nasir telah berhasil melakukan reformasi riset yang ditunjukkan dengan peningkatan yang pesat jumlah publikasi ilmiah Indonesia di tingkat dunia. Berbagai program terobosan baru yang mampu meningkatkan iklim riset dan pendidikan tinggi seperti program World Class University, World Class Professor, Pendanaan Riset Nasional, dan berbagai program terobosan lainnya muncul di bawah kepemimpinan Menteri Nasir.

Di sisi lain, pada momen peringatan ulang tahun Pendidikan Tinggi Teknis Indonesia (PTTI) ke-98 tahun tersebut, Kadarsah juga mengajak seluruh penyelenggara pendidikan tinggi teknik untuk mengembangkan pendidikan tinggi teknik agar menghasilkan sarjana, magister dan doktor yang mampu mengaitkan kemanusiaan dengan teknologi. Sehingga teknologi yang dihasilkan akan menyebabkan manusia dapat bekerja dan beraktivitas lainnya secara nyaman dan produktif.

"Dengan perkata lain, para sarjana, magister dan doktor bidang teknik yang kita hasilkan mampu merancang produk dan jasa dengan memperhatikan dau sisi sekaligus, yaitu sisi manusia dan sisi engineering," kata dia.

Sehingga ke depan, tegas dia, para lulusan dari perguruan tinggi teknik mampu membuat keputusan atas masalah yang kompleks dengan berbasis pada pertimbanganang bersifat analitik, obyektif, bertanggungjawab, profesional dan dapat dipercaya, serta memiliki kemampuan untuk menjalankan lifelong learning.

Peringatan 98 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia ini turut dihadiri Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad, Anggota DPR RI, Pimpinan dan Anggota Majelis Wali Amanat ITB, Pimpinan dan Anggota Senat Akademik, Pimpinan dan Anggota Forum Guru Besar ITB, para penerima penghargaan ITB dan tamu undangan lainnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES