Friday, 18 Syawwal 1440 / 21 June 2019

Friday, 18 Syawwal 1440 / 21 June 2019

UMP Gelar Itikaf Dosen dan Karyawan

Rabu 06 Jun 2018 18:03 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Foto: wordpress.com
Rangkaian itikaf dibagi menjadi tiga gelombang.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Masjid Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah, menggelar itikaf bagi para dosen dan karyawan UMP. Rangkaian itikaf yang bertajuk 'Khittah Muhammadiyah dalam Upaya Menjaga Kerukunan Umat', dibagi menjadi tiga gelombang.

Gelombang pertama dilaksanakan Kamis-Ahad (31/5-3/6), gelombang kedua berlansung Ahad-Rabu, (3-6/6), dan gelombang tiga dilaksanakan Rabu-Sabtu (6-9/6). Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMP, Dr Darojat, mengungkapkan itikaf bagi kalangan dosen dan karyawan di Masjid Ahmad Dahlan, sebenarnya sudah rutin diselenggarakan setiap bulan Ramadhan.

''Dengan itikaf, kami berharap dan berdoa agar kita sebagai Muslim bisa menjadi orang yang beruntung dan berbahagia,'' katanya.

Ia menyatakan, karena tahun ini merupakan tahun politik, maka tema itikaf lebih difokuskan agar kondisi di Tanah Air tetap aman, dan orang-orang yang terpilih menjadi pimpinan memang benar-benar orang yang memegang teguh amanah.

''Kita bersama-sama berdoa pada Allah SWT menuntun kita untuk mewujudkan orang-orang yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik sehingga mengantarkan menjadi masyarakat yang tercerahkan atau baldatun toyibatun warobun ghofur,'' ungkapnya.

Rektor UMP Dr Syamsuhadi Irsyad menjelaskan, kegiatan itikaf bagi para dosen dan karyawan UMP ini sejalan dengan visi menjadikan UMP sebagai universitas yang unggul, modern, dan Islami.

''Unggul artinya UMP memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian, modern berarti UMP akan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terbaru (mutakhir), dan Islami berarti seluruh penyelenggaraan kegiatan pendidikan di UMP berlandaskan prinsip dan nilai Alquran dan Al-Sunnah,'' jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA