Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019

Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019

Mahasiswa FIK Unissula Rebut Dua Penghargaan

Rabu 23 Mei 2018 15:08 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Esthi Maharani

Kampus Unissula.

Kampus Unissula.

Foto: Dokumen
Penghargaan tersebut dari ajang Pekan Ilmiah Keperawatan (PIK) tingkat Nasional 2018

REPUBLIKA.CO.ID,  SEMARANG -- Tim mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula sukses membawa pulang dua penghargaan dari ajang Pekan Ilmiah Keperawatan (PIK) tingkat Nasional 2018, yang digelar di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, yang dihelat baru-baru ini.

Wakil Dekan 1 FIK Unissula, Sri Wahyuni mengatakan, kedua penghargaan ini, masing- masing diperoleh dari kompetisi Poster serta Karya Tulis Ilmiah (KTI). "Poster Distress Spiritual pada Keluarga Pasien ICU karya Ahmad Wahyu Ubaidillah, Elsa Nur Aviana dan Dwi Eni Kurniawati menyabet juara kedua lomba Poster," ungkapnya di Semarang, Rabu(23/5).

Sedangkan karya tulis berjudul 'Apekmatis: Alat Pemijat Ekstremitas Otomatis sebagai Alternatif Relaksasi Pasien ICU Bervertilitator', lanjut Wahyuni, keluar sebagai juara ke-tiga kompetisi KTI.

Event tahunan yang diselenggarakan oleh Untan ini merupakan ajang kompetisi Perguruan Tinggi (PT) Keperawatan yang cukup bergengsi karena diikuti seluruh PT Keperawatan yang ada di Indonesia. Sementara itu, Elvi Khofshoh yang dikonfirmasi menuturkan, Karya Tulis Ilmiah, 'Apekmatis: Alat Pemijat Ekstremitas Otomatis sebagai Alternatif Relaksasi Pasien ICU Bervertilitator' dilatarbelakangi oleh tingginya potensi stres di kalangan pasien ICU.

"Pasien ICU memiliki rasa stress karena tidak ada mobilitas. Maka untuk menguranginya, kami menawarkan ide dengan cara relaksasi pijat, melalui alat Apekmatis," jelasnya.

Alat ini dilengkapi dengan chip dan infra merah dan bisa diatur dengan timer. Aspek penilaian untuk lomba KTI ini, 60 persen dititikberatkan pada sistematika penulisan dan 40 presentasi dihadapan Dewan Juri. Sementara itu, Ahmad Wahyu Ubaidillah menambahkan, poster berjudul 'Distress spiritual' pada keluarga pasien ICU. Karya iani mengedepankan metode one minute awareness, yang bertujuan untuk memberikan dukungan kepada keluarga pasien, agar mereka memotivasi pasien ICU.

Khususnya dalam mengembangkan berbagai inovasiyang memberikan manfaat bagi dunia keperawatan, tandasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA