Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Universitas Mercu Buana Komitmen Cetak Wirausaha Muda

Rabu 23 May 2018 09:08 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Universitas Mercu Buana

Universitas Mercu Buana

Foto: dok UMB
Jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,1 persen

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) Arissetyanto Nugroho berkomitmen mencetak lulusan yang bisa menjadi wirausaha muda. Karenanya menurut dia, secara konsisten UMB sering menggelar event dan memiliki pusat kewirausahaan bagi mahasiswa.

"Sesuai dengan instruksi pemerintah, universitas juga harus mencetak lulusan agar menjadi wirausaha. Makanya kami komitmen untuk mendukung mahasiswa agar bisa menjadi wirausaha," jelas Arrissetyanto di UMB Jakarta Barat, Selasa (22/5).

Dia mengatakan, hingga saat ini jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,1 persen atau belum sampai 4 persen. Jumlah tersebut, kata dia, masih kalah dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai 5 persen, lalu Singapura 7 persen serta Jepang yang sudah mencapai 9 persen.

Arrissetyanto menilai, masih minimnya jumlah wirausaha muda disebabkan

mayoritas anak muda belum memiliki mental wirausaha. Karena itu sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta yang masuk dalam rangking 10 besar nasional, UMB berupaya untuk terus mengasah sensitivitas dan mentalitas mahasiswa dengan menyelenggarakan berbagai event dan pelatihan wirausaha.

"Jadi diharapkan nanti setelah lulus ada mahasiswa UMB yang bisa menjadi wirausaha muda berhasil," tegas dia.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri juga terus mendorongpara pemuda agar semakin banyak yang menjadi wirausaha. Menurut dia, untuk memperbanyak jumlah wirausaha, investasi paling utama adalah memperkuat skill atau keterampilan anak muda agar mampu bersaing.

Kalau ingin maju dan bersaing, maka potensi anak muda ini harus dibangun, diperkuat keterampilannya agar mereka nanti sanggup bersaing," kata Hanif, Selasa (22/5).

Hanif mengatakan, keterampilan merupakan upaya perlindungan terbaik bagi warga negara. Keterampilan, lanjut dia, diperlukan oleh anak-anak muda di masa depan karena melalui keterampilan yang baik, anak-anak muda bisa melindungidirinya dari dunia yang penuh persaingan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA