Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Robotik UAD Tekankan Pentingnya Regenerasi

Rabu 16 May 2018 09:25 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Esthi Maharani

Robotic Development Community Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat meraih gelar juara di Kontes Robot Indonesia Regional III, (18/5) lalu.

Robotic Development Community Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat meraih gelar juara di Kontes Robot Indonesia Regional III, (18/5) lalu.

Foto: Wahyu Suryana / Republika
Belakangan, RDC lebih selektif dalam memilih anggota-anggotanya.

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan salah satu tim robotik perguruan tinggi yang berprestasi. Karenanya, penting menjaga regenerasi agar mampu mempertahankan tradisi juara.

Hal itu dikemukakan Ketua RDC Anggit Pamungkas dan Manager RDC Febrian Tika Indahtari. Keduanya sepakat, setiap tahun regenerasi merupakan komponen penting yang harus dijaga perkembangannya, terutama dari segi kualitas.

Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan pengembangan ide-ide, agar tiap-tiap elemen di RDC terus berinovasi. Saat ide-ide itu lahir, semua diwajibkan gotong royong bersama untuk mengembangkan ide-ide tersebut.

"Bareng-bareng rembukan dan diimplementasikan, kekompakan sangat diutamakan," kata Anggit kepada Republika, Selasa (15/5).

Belakangan, RDC lebih selektif dalam memilih anggota-anggotanya. Menurut Anggit, itu dilakukan demi meningkatkan kontrol kepada sumber daya yang ada, sehingga lebih mudah mendorong prestasi-prestasi itu muncul.

Sejak awal mendaftar, calon-calon RDC akan mendapatkan seleksi yang cukup ketat. Bahkan, mereka diwajibkan masuk komunitasnya terlebih dulu, agar dapat mengenal setiap lekuk yang menjadi nadi RDC.

"Yang mendaftar diberikan bimbingan, seperti kuliah ada 14 kali pertemuan, tujuannya agar outputnya nanti produktif," ujar Anggit.

Peningkatan level seleksi itu pula yang mengamini RDC menunjuk manager-manager, yang harapannya dapat membuat semua aspek administrasi tertata rapi. Tika, bertugas mengurus segala persiapan yang ada di divisi tari.

Tugasnya tidak mudah, mengingat untuk seleksi regional saja, tugas manager menyiapkan syarat-syarat yang diperlukan. Mulai dari pemberkasan sampai video performa, semua memang harus disiapkan matang agar lolos ke tahap-tahap lain.

"Sangat posisinya karena pemberkasan kunci utama lolos," kata Tika.

RDC memang mengikuti berbagai kompetisi mulai dari kontes robot pemadam api sampai robot-robot humanoid. Untuk humanoid, memang sudah ada ketentuan dari Dikti setiap tahunnya, dan tinggal mengikuti tema yang ditentukan tiap-tiap tahun.

Tahun ini, Tari Remo dari Jawa Timur jadi tema utama. Karenanya, sebisa mungkin robot-robot ciptaan RDC dapat bergerak sesuai tarian tersebut, tentu dengan memperhatikan tiap-tiap poin yang menjadi penilaian.

"Robot itu harus berhenti ketika musik berhenti, jadi gerakan robot sesuai alunan musik," ujar Anggit.

Setiap zonanya, harus terdapat gerakan-gerakan inti dari Tari Remo itu sendiri. Memakai dua robot yang menari bersamaan, keduanya harus serasi dan dapat berhenti ketika alunan musik yang ada berhenti.

Juli mendatang, akan adi tembok besar bertaraf nasional yang akan dihadapi RDC UAD. Tiket untuk melanggkah ke kancah nasional sendiri didapatkan setelah meraih Juara I Kontes Robot Indonesia Regional III di Universitas PGRI Semarang.

"Harapannya terus mengharumkan universitas," kata Anggit menutup.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jamaah Haji Berwukuf di Arafah

Senin , 20 August 2018, 23:56 WIB