Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Amikom Terus Dorong Mahasiswa Berani Berwirausaha

Senin 16 April 2018 13:34 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Winda Destiana Putri

Wirausaha/ilustrasi

Wirausaha/ilustrasi

Dengan berwirausaha, mereka bisa mengurangi lebih banyak pengangguran.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Amikom Yogyakarta menggelar studium general bertajuk Pengembangan Ekonomi Kreatif Dalam Menyongsong Era Digital. Kegiatan itu tidak lain bertujuan memberi motivasi kepada mahasiswa untuk berani berwirausaha.

Direktur Program Rumah Kreatif Jogja, Bio Hadikesuma, menjadi pengisi utama dalam kegiatan tersebut. Bio sendiri merupakan pengusaha muda yang saat ini aktif mengelola Rumah Kreatif Jogja.

Itu merupakan inkubasi bentukan Kementerian BUMN yang dikelola Rumah Kreatif Nusantara. Sekaligus, hasil kolaborasi antara Joedo Center dan Bio Hadikesuma Management & Training Centre (BHMTC).

Tugasnya, tidak lain memfasilitasi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta pelaku kreatif di Indonesia umumnya dan Yogyakarta khususnya. Semua itu dilakukan dengan menggandeng akademisi, pemda, pengusaha, media dan komunitas.

Kegiatan sendiri diselenggarakan Prodi S1 Ekonomi Universitas Amikom Yogyakarta yang diikuti kurang lebih 150 peserta. Pada kesempatan itu, Bio aktif berinteraksi dengan mahasiswa tentang cara memulai, mengelola dan mengembangkan bisnis.

"Hal simpel yang bisa teman-teman lakukan adalah mulailah bermimpi, lakukan aksi dan terus belajar bersama orang-orang yang bisa mendukung anda," kata Bio di Ruang Citra 2 Amikom.

Kegiatan itu sendiri sejalan dengan visi Universitas Amikom Yogyakarta. Dalam berbagai kesempatan, Rektor Amikom, Suyatno, selalu menegaskan visinya agar tiap mahasiswa berani memulai langkah wirausahanya.

Tidak heran, wirausaha sudah menjadi bagian materi yang diajarkan pada semester satu. Bahkan, tidak sedikit mahasiswa yang pada semester tiga sudah memiliki usaha-usahanya sendiri.

"Dengan berwirausaha, mereka bisa mengurangi lebih banyak pengangguran jauh lebih banyak jika hanya mereka lulus lalu bekerja di satu perusahaan," ujar Suyatno. (Wahyu Suryana)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA