Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

IPB Didorong Jadi Etalase Mangrove Berbasis Ekowisata

Kamis 01 Mar 2018 22:52 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Kampus IPB

Kampus IPB

Foto: Faiz Zuhad Mushoffi
Rektor berharap Menteri KLHK membantu mewujudkannya.

REPUBLIKA.CO.ID,  BOGOR -- Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata (DKSHE) Fakultas Kehutanan perguruan tinggi didorong mewujudkan IPB sebagai etalase pengelolaan mangrove berbasis ekowisata. Dorongan itu disampaikan Rektor Institut Pertanian Bogor Dr Arif Satria saat membuka sarasehan bertema "Konservasi Mangrove Sebagai Sistem Penyangga Kehidupan", Kamis (1/3).

"Hutan Pendidikan Gunung Walat kan etalase kehutanan kita, tapi di situ tidak ada mangrovenya," katanya di sarasehan dalam rangka memperingati Hari Lahan Basan se-Dunia 2018 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Gunung Walat, adalah kawasan hutan di Kabupaten Sukabumi, Jabar, yang menjadi hutan pendidikan dan penelitian sivitas akademika IPB. "Jadi itu bisa menjadi percontohan, ada showcase (ruang pameran) bahwa IPB memang bisa mengelola mangrove dengan baik, yakni mampu meningkatkan pendapatan ekonomi, dan juga menjaga kelestarian lingkungan dengan ekowisata itu," katanya.

Arif Satria mengharapkan Ketua DKSHE Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB Dr Ir Nyoto Santoso bisa berpikir kapan dan di mana ada etalase IPB terkait pengelolaan mangrove berbasis ekowisata itu dapat diejawantahkan, misalnya di Jakarta bisa di mana dan sebagainya.

Ia mengemukakan baru saja bertemu dengan Gubernur DKI-Jakarta Anies Baswedan dengan usulan agar Ancol dapat dijadikan sebagai "IPB Maritime Centre".

Usulan itu bertujuan kemaritiman IPB harus muncul sehingga dirinya meminta tanah di Jakarta untuk dapat dibangun "IPB Maritime Centre" bekerja sama dengan Pemprov DKI. "Supaya kita punya etalase yang bagus showcase untuk perikanan," katanya.

Sedangkan untuk showcase pertanian, pada pertemuan dirinya dengan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta juga sudah berkomitmen untuk memberikan bantuan anggaran guna membangun etalase kedaulatan pangan.

Dengan program-program di mana banyak etalse-etalase itu, selanjutnya

dirinya tinggal mencari anggaran untuk membangun semua itu.

Arif berharap Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) bisa membantu mewujudkan ada satu daerah di mana ada etalase mangrove dan ekowisata. "Dan itu, nanti yang mengelola adalah Fakultas Kehutanan IPB," katanya.

Sarasehan yang diikuti wakil pemerintah dari Kemenko Perekonomian, Kemenko Kemaritiman, KLHK, akademisi, LIPI, praktisi ekosistem mangrove, dan pegiat LSM bidang konservasi SDA dan lingkungan menghadirkan sejumlah narasumber.

Mereka di antaranya Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, Joko Pramono dari Sub Direktorat Reboisasi KLHK, dan pakar mangrove dari IPB yakni Prof Hadi S Alikodra dan Prof Cecep Kusmana.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA