Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Kedokteran UGM Resmi Gunakan Nama dan Gedung Baru

Kamis 01 Mar 2018 19:51 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Winda Destiana Putri

Peresmian Gedung Pascasarjana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada.  Peresmian dihadiri Pendiri Tahir Foundation Dato’ Sri Tahir, Rektor UGM Panut Mulyono, Dekan FKKMK UGM Ova Emilia dan Dirjen Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron.

Peresmian Gedung Pascasarjana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada. Peresmian dihadiri Pendiri Tahir Foundation Dato’ Sri Tahir, Rektor UGM Panut Mulyono, Dekan FKKMK UGM Ova Emilia dan Dirjen Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron.

Foto: Republika/Wahyu Suryana
Peresmian mengusung Smart Building for Smart Education, Social and Healthy Life.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) baru saja resmi berganti nama menjadi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK). Memulai langkah baru, FKKMK UGM turut meresmikan Gedung Pascasarjana Baru.

Peresmian mengusung tajuk Smart Building for Smart Education, Social and Healthy Life. Bangunan dua menara yang masing-masing memiliki delapan lantai dan satu basement itu merupakan hibah dari Tahir Foundation.

Menghabiskan dana sekitar Rp 100 miliar, Gedung Pascasarjana ini memiliki total luasan 9.760.032 meter persegi. Bangunan dilengkapi skybridge yang berada di lantai tiga dan empat seluas 908.325 meter persegi.

Selain untuk memenuhi kebutuhan akademik sivitas, gedung dengan luas masing-masing tower 4.425,84 meter persegi itu harus memenuhi tiga kriteria menuji smar building. Pertama, automated building: energy, connectivity, conditioning.

Infrastruktur dan teknologi informasi yang memadai memang dirancang untuk mewarnai pengadaan fasilitas. Adanya solar sel energi matahari, memungkinkan FKKMK UGM mampu meminimalkan penggunaan energi listrik gedung.

Dengan mempertimbangkan aspek efisiensi dan keamanan, gedung pascasarjana ini akan menggunakan sensor gerak dalam penggunaan listrik ruangan. Kedua, functionality: effective meeting conference, teleconference, workshop, seminar, digital library.

Smart clasroom, memang akan menjadi ikon Gedung Pascasarjana Tahir Foundation FKKMK UGM. Ruang kuliah dilengkapi dengan mendopad, atau tablet raksasa dengan layar sentuh. Sarana ini diberikan untuk memfasilitasi kegiatan belajar mengajar agar lebih interaktif.

Sedangkan, skybridge lantai tiga, akan menjadi ruang pamer produk-produk yang dihasilkan. Bahkan, skybridge lantai empat dapat dimanfaatkan untuk kegiatan telekonferensi maupun sebinar dengan fasilitas beberapa ruang kelas dan dinding kedap suara.

Sedangkan, kriteria ketiga, gedung harus memperhatikan aspek social: gathering, worklife balance. Seiring pengembangan renstra FKKMK UGM terbaru, health promoting campus, maka akan disediakan fasilitas olahraga atau ruang terbuka hijau sekitar 2.500 meter persegi.

Dekan FKKMK UGM, Ova Emilia mengatakan, rencana furnitur maupun interor sudah turut mempertimbangkan aspek ergonomis. Tujuannya, untuk kesehatan kerja maupaun kenyamanan aktivitas civitas akademika.

"Ruang laktasi, ruang kesehatan, ruang konsultasi, auditorium, mushola, kantin, maupun faculty shop juga akan tersedia di gedung ini," kata Ova, Kamis (1/3).

Gedung Pascasarjana Tahir Foundation FKKMK UGM rencananya akan digunakan secara umum, untuk aktivitas pembelajaran mahasiswa pascasarjana. Terdiri dari enam program studi magister, 20 program studi pendidikan dokter spesialis dan satu program doktor.

Ova berharap, gedung itu dapat beroperasional enam bulan setelah peresmian. Selama periode enam bulan ke depan, gedung tersbeut masih akan dilakukan finishing pekerjaan, maintenance dan pengadaan interior.

Peresmian sendiri dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat UGM Pratikno, Pendiri Tahir Foundation Dato' Sri Tahir, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Perguruan Tinggi Ali Ghufron, REktor UGM Panut Mulyono. Persmian ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan buntel bunga.

Rektor UGM, Panut Mulyono menyampaikan apresiasi kepada Tahir Foundation atas bantuan pembangunan gedung pascasarjana FKKMK UGM. Ia berharap, adanya gedung baru ini bisa menjadikan pendidikan pascasarjana di FKKMK UGM semakin maju.

"UGM mengemban amanah menjadikan pendidikan pascasarjana tulang punggung penelitian, sehingga gedung baru ini dapat mendorong peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi di FKKMK serta melahirkan solusi terhadap penyakit tropis," ujar Panut.

Pendiri Tahir Foundaton, Dato' Sri Tahir menekankan, pentingnya bagi universitas terus meningkatkan kualitas akademis dan lulusannya. Karenanya, ia berharap dengan keberadaan gedung baru ini dapat mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian di FKKMK UGM.

"Semoga ke depan bisa terus menjalin kerja sama untuk mengabdi kepada masyarakat," kata Tahir.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA