Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

UIN Sunan Kalijaga Gelar Festival Masjid Nusantara

Sabtu 24 Februari 2018 14:58 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Gita Amanda

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Foto: Yusuf Assidiq.
Festival Masjid Nusantara untuk menjalin semangat kebersamaan seluruh remaja masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Untuk pertama kalinya, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta menggelar kegiatan Festival Masjid Nusantara (FMN). Kegiatan ini diisi dengan berbagai macam kegiatan untuk menjalin ukhuwah serta menambah wawasan bagi remaja masjid di Indonesia.

Ketua Panitia FMN, Diki Ahmad mengatakan, kegiatan yang diinisiasi oleh UIN Suka ini merupakan kegiatan yang pertama kali digelar. "Rencananya ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan," ujar Diki kepada Republika.co.id, Sabtu (24/2).

Menurutnya, tujuan utama dari kegiatan yang digelar di Laboratorium Agama Masjid Suka ini adalah untuk menjalin semangat kebersamaan di antara seluruh remaja masjid. Dalam kegiatan yang digelar selama dua hari ini, total pesertanya adalah sekitar 300 orang yang berasal dari pesantren serta remaja masjid. Baik pada masjid umum maupun masjid kampus di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta.

"Hari pertama diisi dengan sarasehan nasional," ucapnya. Dalam sesi tersebut, UIN menghadirkan penulis sekaligus Ketua Komisi Pembinaan Seni dan Budaya Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI), Habiburrahman El Shirazy.

Hal yang akan dibahas dalam sarasehan tersebut adalah hal yang berkaitan dengan tema "Dari Masjid Nusantara Ke Masjid Al-Aqsa". Menurut Diki, tema ini sengaja dipilih demi meningkatkan kesadaran tentang pentingnya peran masjid Al-Aqsa serta meningkatkan kepedulian atas krisis yang sedang terjadi di masjid tersebut.

Habiburrahman El Shirazy pun mengapresiasi kegiatan tersebut, karena melalui kegiatan ini sekaligus dapat meningkatkan kesadaran akan seni dan budaya Islam. Sebab, di lingkungan masjid, juga ditampilkan berbagai macam karya seni seperti kaligrafi, lukisan, patung serta karya sastra para ulama.

"Sarasehan juga sangat penting mengingat temanya juga sangat krusial. Sehingga kita dapat lebih memahami seluk beluk serta bagaimana kondisi umat muslim di sekitar masjid Al-Aqsa," kata penulis yang akrab disapa Kang Abik tersebut.

Untuk beberapa kegiatan lainya, FMN juga diisi dengan donor darah, lomba adzan langgam nusantara serta lomba hadroh dan MTQ. Untuk pameran seni rupa, semua karta yang dipamerkan merupakan karya seni kontemporer yang juga mengandung nilai-nilai keislaman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketika Belgia Benamkan Tunisia

Ahad , 24 Juni 2018, 11:38 WIB