Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Rektor Sebut Kemungkinan IPB Buka Program Keahlian Barista

Ahad 18 February 2018 17:24 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Winda Destiana Putri

IPB

IPB

IPB siap membuka program studi atau keahlian baru yang memang dibutuhkan pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengaku, tidak menutup kemungkinan program keahlian mengolah kopi atau barista akan dibuka sebagai program Vokasi di IPB. Sebab menurut dia, pada prinsipnya IPB siap membuka program studi atau keahlian baru yang memang dibutuhkan pasar.

Arif menerangkan, saat ini tren minum kopi memang semakin meningkat. Karena itu, program keahlian barista mesti memberikan pengetahuan yang dalam mulai hulu ke hilir. Seperti budidaya, pengolahan, pengemasan, penyajian ke konsumen, bisnis kopi hingga management cafe.

 

"Barista adalah suatu pekerjaan yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi yang berbasis espresso kepada pelanggan. Kini posisi barista makin diminati sebagaimana Chef, dan barista adalah posisi yang terhormat," kata Arif kepada Republika, Ahad (18/2).

 

Dia juga mengungkapkan, pada prinsipnya suatu prodi itu bersifat dinamis dan on-off. Apalagi untuk program vokasi, yang berkaitan dengan jenis pekerjaan yang memerlukan keahlian tertentu. Dinamika jenis pekerjaan semakin cepat berkembang, karena itu semestinya program vokasi pun bisa merespon dengan cepat.

 

Sebelumnya, ungkap Arif, IPB juga pernah membuka program keahlian Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit di Program Diploma. Program keahlian tersebut dibuka karena memang pasar tenaga kerja menuntut adanya pendidikan Kelapa Sawit tersebut.

 

"Jadi kalau tuntutan pasar kerja terhadap keahlian Kopi makin tinggi, mengapa tidak?" Kata Arif.

 

Sementara itu, Arif mengatakan, pidato Presiden RI Joko Widodo pada Konferensi 2018 Forum Rektor Indonesia (FRI) di Universitas Hasanudin Makassar, Kamis (15/2) sebagai imbauan presiden untuk mendorong agar perguruan tinggi terus responsif terhadap setiap perubahan. Karena itu, menurut dia, semangat untuk terus berinovasi perlu dimiliki oleh setiap perguruan tinggi di Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA