Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Proses Pembelajaran Harus Kreatif dan Berbasis Digital

Selasa 13 February 2018 11:36 WIB

Red: Irwan Kelana

Suasana dialog nasional

Suasana dialog nasional "Sukses Indonesiaku" yang menampilkan nara sumber Menristekdikti Moh Nasir dan Menhub Budi Karya Sumadi.

Foto: Dok Kemenristekdikti
Kemenritekdikti dan Kemenhub gelar dialog nasional "Sukses Indonesiaku".

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --  Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar dialog nasional dengan tema "Sukses Indonesiaku". Kegiatan tersebut diadakan di PSCC, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (12/2).

 

Nara sumber dialog tersebut adalah Menristekdikti Mohammad  Nasir, Menhub Budi Karya Sumadi, Koordinator Kopertis wilayah  II Sumatera Bagian Selatan Slamet Widodo, dan moderator Anwar Fuady. Kegiatan ini sangat strategis karena menghadirkan lebih dari 4.000 mahasiswa dan lebih dari 500 dosen serta undangan.

Menristekdikti Moh Nasir mengatakan pentingnya program layanan pendidikan tinggi termasuk pemberian beasiswa Bidik Misi untuk mencapai Program Nawa Cita. “Pendidikan tinggi menghasilkan lulusan yang berkualitas baik secara profesional maupun secara wirausaha menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Mohammad  Nasir dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (12/2).

Ia menambahkan, proses pembelajaran harus kreatif dan berbasis teknologi digital. “Kita sedang fokus pada penerapan teknologi digital 4.0,” ujar Nasir.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan tentang pembangunan LRT yang bermanfaat untuk masyarakat Palembang dan sumber daya manusia (SDM)  Palembang harus dapat bersaing dengan SDM lainnya. Menhub menambahkan diperlukan generasi muda yang sadar akan penggunaan transportasi umum.

 

Koordinator Kopertis wilayah II  Slamet Widodo menjelaskan tentang jumlah PTS yang selalu meningkat, jumlah penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang meningkat, serta Kopertis II menjadi Kopertis yang mendapatkan penghargaan terbaik kategori pelayanan. “Dialog ini memberikan manfaat yang positif untuk generasi muda Indonesia,” papar Slamet Widodo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES