Sunday, 14 Jumadil Awwal 1440 / 20 January 2019

Sunday, 14 Jumadil Awwal 1440 / 20 January 2019

BIN Gandeng ITB, Ingin Tiru Kerja Sama CIA-MIT

Rabu 31 Jan 2018 14:06 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda

Pelantikan Kepala BIN. Komisaris Jenderal Budi Gunawan bersiap mengikuti pelantikan Kepala Badan Intelejen Negra (BIN) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9).

Pelantikan Kepala BIN. Komisaris Jenderal Budi Gunawan bersiap mengikuti pelantikan Kepala Badan Intelejen Negra (BIN) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9).

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Budi menilai ITB dan BIN perlu berkolaborasi sebagai pilar sistem inovasi nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi Budi Gunawan, menjadi pemateri dalam kuliah umum Studium Generale yang dilaksanakan oleh lnstitut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (31/1). Budi berharap BIN dapat berkolaborasi dengan ITB seperti yang dilakukan CIA dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dalam pemaparannya, Budi menyampaikan materi kuliah dengan tema "lntelijen Indonesia: lnstitusi, lntuisi, dan lnovasi". Menurut Budi, ia menilai ITB dan BIN perlu berkolaborasi sebagai pilar sistem inovasi nasional.

Pola intelijen klasik, kata dia, berupa human intelligence semata sudah tidak bisa Iagi menjawab tantangan zaman. Sekarang, saatnya BIN mulai memasuki era intelijen 3.0, dengan menerapkan technology intelligence.

"Maka, kerja sama dengan kampus seperti ITB adalah sesuatu yang harus dilakukan, seperti halnya CIA yang bekerja sama dengan MIT dl Amerika Serikat," ujar Budi seraya mengatakan, kampus papan atas di bidang teknologi adalah tulang punggung lembaga intelijen di berbagai negara maju.

Budi melihat rencana kerja sama BIN dan ITB sangat strategis lantaran ITB adalah institusi yang paling maju dalam bidang teknologi di Indonesia. ITB juga dinilai memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni yang bisa dimanfaatkan oleh BIN.

Beberapa teknologi yang ada di ITB, kata dia, bisa membantu mengatasi fenomena Cyber War yang berpotensi mengoyak bangsa. Ini menurutnya menimbulkan konflik vertikal dan horizontal. Selain itu, teknologi drone radar, nuklir, biologi, dan kimia yang dikembangkan di ITB juga sangat berguna untuk keperluan intelijen dan keamanan bangsa ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES