Tuesday, 3 Zulhijjah 1439 / 14 August 2018

Tuesday, 3 Zulhijjah 1439 / 14 August 2018

Kinerja IPB Terbaik di Tingkat Nasional

Kamis 18 January 2018 21:44 WIB

Red: Irwan Kelana

Rektor IPB, Arif Satria (kiri) dan Menristek, M Nasir.

Rektor IPB, Arif Satria (kiri) dan Menristek, M Nasir.

Foto: Dok IPB
Pencapaian tersebut bukan kerja instan, melainkan buah kesabaran, ketekunan dan dukungan semua unit.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menorehkan prestasi. Rektor IPB, Dr  Arif Satria menerima penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI sebagai Peringkat 1 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) terbaik dalam Pelaksanaan Program dan Anggaran PTN Dengan Raport Kinerja Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan  pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018 di Medan, Rabu  (17/1).

Penutupan Rakernas 2018 kali ini disemarakkan dengan pemberian apresiasi terhadap unit-unit kerja dengan prestasi kinerja terbaik pada Tahun Anggaran 2017. Dalam penilaian prestasi kinerja Tahun Anggaran 2017, unit-unit kerja dikelompokkan dalam empat kategori, antara lain PTN Satuan Kerja (Satker), PTN Badan Layanan Umum (BLU), PTN Badan Hukum (PTN-BH), dan Kopertis.

Untuk kategori PTN-BH, penghargaan diberikan dengan mempertimbangkan indikator-indikator antara lain tingkat capaian kontrak kinerja;  capaian realisasi BP PTN-BH; capaian fisik output gaji dan tunjangan dari APBN;  capaian realisasi anggaran output gaji dan tunjangan dari APBN;  kepatuhan pelaporan Uang Kuliah Tunggal (UKT);  serta kepatuhan pelaporan dana non APBN yang dilaporkan melalui aplikasi SIMonev.

“Terima kasih kepada Prof Dr Herry Suhardiyanto (rektor IPB sebelumnya, red) dan jajaran yang telah mewariskan karya dan kinerja yang luar biasa. Semoga menjadi modal penting bagi kemajuan IPB ke depan,” ujar Rektor IPB, Dr  Arif Satria dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (18/1).

Menurut Dr Arif Satria, pencapaian tersebut bukan kerja instan, melainkan  buah kesabaran, ketekunan dan dukungan semua unit. Mulai dari merencanakan kegiatan dan anggaran, disiplin membelanjakan dan patuh aturan pertanggungjawaban.

Lebih sulit lagi ketika aturan eksternal berubah, misalnya berakhirnya masa transisi PTN-BH, penetapan BOPTN dan akhirnya BPPTN BH. IPB, kata Arif,  sangat aktif terlibat dalam membantu penyusunan PP dan Permen pendanaan PTN BH, bahkan dalam beberapa hal menjadi inisiator butir peraturan tersebut.

“Dukungan auditor baik eksternal maupun internal juga penting, karena semua instansi masih gagap dengan aturan unik pada PTN-BH. Semoga IPB dan PTN-BH lainnya menjadi pioner dalam kemajuan pendidikan bangsa,” ujar Sekretaris Institut IPB, Dr  Ibnul Qayim.

Sementara itu, menurut Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis IPB, Prof  Dr  Hermanto Siregar, IPB sangat serius dalam merencanakan program kerja yaitu dengan mengkombinasikan bottom up dan top down. Bottom up, dengan merumuskan program-program berdasarkan kebutuhan unit-unit kerja. Top down berdasarkan agenda strategis dari rektorat yang tentunya terkait juga dengan agenda kerja dari pemerintah pusat.

Semua ini direncanakan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran baik dari APBN maupun non-APBN yang dapat dibangkitkan.

“Dengan demikian, alhamdulillah apa-apa yang direncanakan umumnya dapat dicapai. Tentunya semua ini adalah atas dukungan dan kerja keras semua pihak,” tutur Prof Hermanto.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES