Jumat, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 Februari 2019

Jumat, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 Februari 2019

Universitas Banten Jaya Miliki Gedung Baru

Rabu 15 Nov 2017 21:47 WIB

Red: Gita Amanda

Gedung baru Unbaja diresmikan.

Gedung baru Unbaja diresmikan.

Foto: Unbaja

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Gubernur Banten meresmikan Gedung II Universitas Banten Jaya (Unbaja) yang terletak di Jl. Syekh Nawawi Al Bantani Kota Serang-Banten tidak jauh dari Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug Kota Serang. Hadir dalam acara tersebut, Pengurus Yayasan Banten Jaya Berkarakter, Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Daenul Hay, Lalu Atharussalam R, sebagai representasi tokoh masyarakat serta Dosen dan Mahasiswa UNBAJA memernuhi ruangan pelaksanan peresmian gedung.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Banten Jaya Berkarakter, Suba’i menyampaikan bahwa proses pendirian Perguruan Tinggi tidaklah semudah apa yang diperkirakan, karena memerlukan perhitungan yang matang serta studi intensif mengenai berbagai aspek kemampuan, peluang, tantangan dan kendala-kendala yang mungkin terjadi baik pada saat pendirian maupun saat proses penyelenggaraan pendidikan tinggi berlangsung.

Suba’i menceritakan perjalanan Panjang Unbaja yang diawali dengan lembaga pendidikan non-formal,

Banten Porogressive Course (BPC), yang menyelenggarakan berbagai kursus program cepat seperti  Akuntansi, Mengetik, Bahasa Inggris dan Komputer, untuk kurun waktu 1, 3 dan 6 bulan pada

periode tahun 1990 hingga 1994.

Berikutnya berubah nama menjadi Lembaga Ilmu Computer dan Manajemen Indonesia (LICMI) pada tahun 1994 hingga 1998 yang setara Diploma I dengan jurusan Komputer Akuntansi, Sekretaris Eksekutif, Manajemen Informatika dan Desain Grafis. Pada tahun 1999, setelah melalui proses perjalanan panjang terbit Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi an. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor.050/D/O/1999 tanggal 15 Maret 1999, Keputusan Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat di Bandung Nomor. 01498/004/KL/1999 tanggal 27 Juli 1999, menetapkan secara resmi (the Facto dan the Yure) hadirnya Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STMIK) Banten Jaya Serang dengan Program Studi Manajemen Informatika, Komputerisasi Akuntansi, Teknik Informatika, dan Sistem Informasi untuk D3 dan S1.

Setelah mendapat izin pendirian STMIK Banten Jaya, pada tahun 2002 Sekolah Tinggi kedua didirikan yaitu Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Banten Jaya dengan jenjang Strata Satu (S1) terdiri program studi Teknik  Sipil, Teknik Industri dan Teknik Lingkungan. Ijin penyelenggaraan Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Banten Jaya adalah Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 05/D/O/2002, tanggal 2 Januari 2002 dan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 2140/Dirjen/DIKTI/2004 serta Nomor 2141/Dirjen/DIKTI/2004, tentang akreditasi Program Studi.

Memasuki tahun 2011, Yayasan Banten Jaya Berkarakter di Kota Serang Provinsi Banten berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 158/E/O/2011, tanggal 2 Agustus 2011, tentang penggabungan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Banten Jaya dan Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Banten Jaya yang diselenggarakan oleh Yayasan Banten Jaya menjadi Universitas Banten Jaya (UNBAJA) di Kota Serang Provinsi Banten, yang memiliki 3 (tiga) Fakultas yaitu Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu  Pendidikan (FKIP) yang terdiri dari Pendidikan Akuntansi, Bahasa Inggris serta Pendidikan Pancaila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Pada akhir sambutannya ketua Yayasan Banten Jaya (berkarakter) meminta dukungan, doa restu dan akan menempati gedung dua pada Maret 2018 dan kemajuan masyarakat pada umumnya dan Unabja pada umumnya. Pada acara tersebut juga bersamaan dilantiknya Rektor Unbaja Sudaryono, masa bakti 2017-2021 menggantikan Herman Haeruman.

Gubernur Banten dalam sambutannya menyatakan bagwa penduduk Banten sudah mencapai kurang lebih 12 juta jiwa, pertumbuhan penduduk pesat dengan usia 25-40 tahun sebagai persentase terbesar namun dar aspek kesejahteraan masih tergolong relatif rendah, dibanding provinsi lain.

Fokus RPJMD Pemerintah Povinsi Banten saat ini adalah memberikan prioritas kepada sektor pendidikan karena pengangguran dan kemisikinan relatif tinggi di Banten. Salah satu cara menghadirkan kemajuan masyarakat tertinggal dan tidak berpendidikan adalah hadirnya perguruan tinggi. 13 proyek nasional di Banten, salah satunya pembangunan jalan tol dari Serang ke Tanjung Lesung.

Pemerintah Provinsi Banten bersama DPRD Banten juga bertekad untuk menuntaskan 200 kilometer jalan provinsi harus selesai dalam 3 tahun kedepan demi untuk menunjang aksesibilitas masyarakat Banten. Selain itu Pemerintah Provinsi Banten juga akan memperhatikan 143 kampus yang berada di Banten

karena merupakan potensi dan kekuatan Banten.

Disela sambutannya Gubernur menyampaikan kebanggaannya kepada Ketua Yayasan Banten Berkarakter bahwa seorang guru SMK dapat membangun Perguruan Tinggi. Pada akhir sambutannya gubernur mengamanatkan alumni jangan sampai nganggur, aplikasikan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah tidak hanya menjadi pegawai atau guru di pemerintahan tetapi juga di sektor swasta bahkan menjadi enterpreneur.

Mengingat Banten menjadi salah satu tujuan investasi baik dalam maoun luar negeri. Dengan demikian hadirnya Universitas Banten Jaya, memberikan sumbangsih terbesar untuk masyarakat Banten.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES