Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Keren! Ada Kamus 'Bahasa' Disabilitas

Kamis 29 Jan 2015 21:03 WIB

Red: M Akbar

disabilitas (ilustrasi)

disabilitas (ilustrasi)

Foto: www.langitperempuan.com

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meluncurkan kamus "bahasa" terkait disabilitas dalam forum "International Seminar on Special Education (ISSE) 2015" di Gedung Pendidikan dan Profesi Guru (PPG) Unesa, Kamis (29/1).

"Kamus itu merupakan kamus isyarat dan simbol untuk memudahkan komunikasi antara penyandang disabilitas dengan masyarakat umum," kata dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Manajemen Pendidikan (MP) Unesa Dr Mudjito Ak MSi.

Setelah berbicara dalam forum itu, Mudjito yang juga mantan Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud itu menjelaskan kamus "bahasa" disabilitas itu merupakan hasil penelitian Tim Unesa.

"Tim Unesa yang dipimpin Dr Budiyanto MPd (dosen dan sekarang Kepala Jurusan PLB Pascasarjana Unesa) itu melakukan penelitian bersama dengan Open University Milton Kyne UK sejak tahun 2012," katanya.

Sementara itu, peneliti Unesa yang juga penulis buku kamus itu, Dr Budiyanto MPd, mengatakan kamus itu bermula dari penelitian Sheehy dan Budi (2012) terhadap sekolah inklusi yang ternyata banyak guru pada sekolah inklusi mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan siswanya yang penyandang disabilitas.

"Fakta seperti itu ternyata sudah dikenal di United Kingdom (UK), sehingga di sana ada kamus isyarat dan simbol yang dikenal dengan Signalong," kata Kepala Jurusan PLB Pascasarjana Unesa yang juga ketua panitia ISSE 2015.

Akhirnya, kamus "bahasa" disabilitas di UK itu dikembangkan menjadi Signalong Indonesia untuk disesuaikan dengan kultur Indonesia, bahkan isyarat yang semula berupa abjad itu pun sudah dikembangkan dalam bentuk simbol (gambar).

"Tahun 2013, tim peneliti sudah menyelesaikan satu buku yang memuat 400 isyarat, lalu tahun 2014 dikembangkan buku dengan simbol yang menggambarkan pesan dari isyarat itu, sehingga proses komunikasi akan lebih mudah lagi dengan adanya simbol," katanya.

Tahun 2015, "Signalong Indonesia" akan dikembangkan dalam bentuk film. "Tapi, kami meluncurkan buku Signalong Indonesia dalam seminar internasional kali ini tanpa menunggu sempurna," katanya di sela-sela seminar yang menampilkan pembicara lain Prof Yukio Isaka (Jepang), Prof Kerry Bissaker PhD (Australia), dan Prof Madya Dr Mohd Hanafi bin Mohd Yassin (Malaysia).

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Festival Panen Kopi Gayo

Rabu , 21 Nov 2018, 20:55 WIB