Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta Diresmikan

Jumat 10 Mar 2017 13:00 WIB

Rep: Yulianingsih/ Red: Yusuf Assidiq

 Menristekdikti M Nasir (kiri) berbincang dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dalam peresmian Universitas NU Yogyakarta.

Menristekdikti M Nasir (kiri) berbincang dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dalam peresmian Universitas NU Yogyakarta.

Foto: Yulianingsih

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Menteri Negara Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir meresmikan pembukaan Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) di Yogyakarta, Jumat (10/3). Hadir dalam peresmian tersebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Peresmian kampus UNU Yogyakarta juga diikuti dengan pelantikan rektor pertama UNU Yogyakarta oleh Said Aqil Siroj. Rektor pertama UNU Yogyakarta adalah wakil ketua PWNU DIY bidang Kajian Strategis dan Perguruan Tinggi yang juga guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Purwo Santoso.

SK pendirian UNU Yogyakarta langsung diserahkan Menristekdikti kepada Said Aqil Siroj. Dalam sambutannya, Menristekdikti mengatakan, UNU harus bisa istiqamah sesuai aturan yang ada untuk bisa menjadi perguruan tinggi yang berkualitas. UNU harus bida mengawal pendidikan dengan baik. 

Ini dilakukan dengan bekerja keras dan jangan berputus asa. Dengan kehadiran UNU, jumlah perguruan tinggi di DIY mencapai 106. Jumlah PT di Indonesia sendiri mencapai 4525 termasuk yang di bawah Kementerian Agama.

Sementara itu, Said Aqil mengatakan, Islam bukan hanya akidah dan syariah, bukan hanya ibadah dan ritual saja, tetapi juga agama budaya, peradaban dan agama kemajuan, serta kemanusiaan. 

Menurut dia, Rasullulah SAW tidak pernah mendeklarasikan berdirinya negara agama Islam dan negara Arab. Tetapi, membangun konstitusi modern, bukan konstitusi etnik. Targetnya yakni membangun peradaban. 

Ketua PWNU DIY Prof Nizar Ali menambahkan pendirian UNU Yogyakarta sudah sejak lama didiskusikan. Desain UNU Yogyakarta dirancang agar bisa mengajarkan Ahlussunah waljamaah pada mahasiswa dengan leading sector-nya adalah Fakulrtas Dirasah Islamiyah. "UNU Yogya kita jadikan sebagai pendidikan kader NU di Indonesia," ujarnya.

Pertama berdiri, UNU Yogyakarta memiliki lima fakultas. Antara lain Fakultas Dirasah Islamiyah, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Industri Halal, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Pendidikan. Terdapat 11 program studi yang masuk dalam lima fakultas tersebut. 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur DIY KGPA Pakualam X, berharap UNU Yogya memiliki karakter khusus yang tidak dimiliki perguruan tinggi lain di Yogyakarta. "Dengan pendidikan di UNU diharapkan lahir generasi yang cerdas yang bertakwa," ujarnya. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES