Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Menristekdikti: Tewasnya Syaits Asyam Kerugian Besar Negara

Jumat 27 Jan 2017 02:41 WIB

Red: Ani Nursalikah

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir

Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir menegaskan meninggalnya anak bangsa berprestasi seperti Syaits Asyam merupakan kerugian besar bagi negara atas sumber daya manusia yang berkualitas.

"Kehilangan nyawa seorang anak bangsa berprestasi akibat aksi kekerasan dalam dunia pendidikan adalah bentuk kerugian besar bagi negara atas sumber daya manusia yang berkualitas," kata Nasir saat mengunjungi rumah duka keluarga Syaits Asyam di Jetis, Caturharjo, Sleman, Kamis (26/1).

Syait Asyam merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UII) Yogyakarta yang merupakan salah satu dari tiga korban meninggal dunia yang diduga akibat mendapat perlakuan kekerasan saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UII di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan Menristekdikti tersebut, Sri Handayani yang merupakan ibu almarhum menunjukkan sejumlah piagam dan medali yang berhasil diraih Syaits Asyam semasa hidupnya. Sebuah karya ilmiah almarhum juga diserahkan oleh Sri Handayani kepada Mohammad Nasir yang merupakan bentuk pesan dari Syaits agar karya ilmiah di bidang lingkungan kelautan tersebut dapat dimanfaatkan orang banyak.

"Kami berharap pemerintah dapat menindaklanjuti karya anak kami ini, dan di sisi lain kami juga berharap kasus hukum ini dapat segera dituntaskan secara transparan," kata Sri Handayani.

Nasir menegaskan, dalam kasus ini negara akan memproses semua kekerasan dalam lingkungan kampus, tidak hanya pucuk pimpinan dalam PT yang akan ditindak, melainkan hingga manajemen juga harus diberi sanksi. "Negara akan memproses kekerasan di dalam kampus, bahkan sampai ke manajemennya harus kita proses," katanya.

Syaits Asyam mahasiswa kelahiran 7 Juli 1997 merupakan anak muda dengan segudang prestasi. Medali emas pernah ia dapatkan dalam bidang kimia di ajang International Science Project Olimpiad atau ISPRO dan Indonesia Science Project Olimpiad atau ISPO pada 2014 di Jakarta.

Selain itu almarhum juga meraih medali emas dalam ajang International Environment Sustainability Project Olimpiad atau INESPO yang dilangsungkan di Belanda.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA