Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

10 Persen Lulusan STP Bandung Harus Jadi Entrepreneur

Kamis 21 April 2016 20:46 WIB

Red: Heri Ruslan

Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Republika/Agung Supriyanto)

Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Republika/Agung Supriyanto)

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong agar 10 persen lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung agar menjadi entrepreneur.

"Saya survei lulusan STP menjadi GM sebuah perusahaan perhotelan itu gaji maksimalnya, Rp 75 juta sampai Rp 100 juta sebulan. Setahun masih di angka Rp 1,2 M," ungkap Menpar saat menjadi pembicara pada acara wisuda 674 lulusan STP Bandung di Bandung, Kamis (21/4).

Menurut Arief, besar-kecil itu relatif, tetapi angka itu masih jauh dibandingkan sektor Telekomunikasi yang sudah menembus Rp 3-6 miliar. "Kalau menjadi profesional, maksimal take home pay hanya di angka Rp 1,2 M. Karena itu harus ada 10 persen menjadi entrepreneur. Di sinilah lulusan STP bisa mendapatkan benefit yang jauh lebih tinggi," ungkap Arief dalam keterangan yang diterima Kamis (21/4).

Menpar mengungkapkan, hanya entrepreneurship yang bisa mengejar pendapatan yang lebih fantastik. "Jangan khawatir, saya akan terus membantu dan mendampingi kalian, jika ingin menjadi start up company. Terutama akses untuk mendapatkan kredit dari lembaga keuangan. Kemenpar sudah menjalin kerjasama dengan OJK --Otoritas Jasa Keuangan-- Pak Muliawan D Hadad," tutur Arief Yahya.

Menpar mengaku sangat antusias dengan lulusan STP ENHAII yang zero unemployment. Artinya, kata dia, 100 persen terserap oleh pasar tenaga kerja, 40 persen ke luar negeri. Rata-rata kiriman ke orang tua, mencapai 1.000 dolar AS per bulan. Artinya, lanjut Arief, supplay masih kurang dibandingkan dengan demand-nya. "Anda tidak salah pilih di jalur cultural industry seperti di pariwisata ini," ucapnya.

Ia mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sudah menegaskan dalam berbagai momentum, pariwisata ditempatkan sektor prioritas, selain Infrastruktur, energi, pangan dan maritim. Ke depan sudah menunggu 10 Top Destinasi atau 10 Bali Baru yang membutuhkan amenitas yang menjadi wilayah garapan lulusan STP.

"Karena itu Pak Ahman Sya, Deputi Kelembagaan Kemenpar mohon disiapkan Inkubator, bagi anak-anak mahasiswa STP yang ingin mengembangkan entrepreneurship, sebelum terjun di bisnis yang sesungguhnya," papar Menpar.

Dalam sambutannya, Menpar menekankan pada poin kewirausahaan. Saat ini, kata dia, Kemenpar memang sedang gencar-gencarnya menciptakan destinasi unggulan, yang membutuhkan SDM yang kuat. "Ingat, 95% start up company itu gagal, antisipasinya adalah digembleng dulu di inkubator," tegasnya.

Kemenpar akan memfasilitasi pada mahasiswa dan lulusan STP Bandung untuk mendapatkan KUR dengan bunga 9 persen, pada usaha yang terkait dengan pariwisata. Misalnya membuat resto, cafe, modal kitchen set, aplikasi teknologi dan lainnya di destinasi wisata. "Gampangnya, bisa kredit semudah kredit motor," ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA