Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

UNAS-MUI Bantu Sosialisasikan Sanitasi Lewat Pendekatan Agama

Selasa 26 Jan 2016 10:30 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

  Sanitasi buruk (ilustrasi)

Sanitasi buruk (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Global One – sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak antara lain di bidang kemanusiaan, air, sanitasi dan higienitas (Water, Sanitation and Hygiene/ WASH) yang berbasis di London, Inggris memberikan hibah kepada Universitas Nasional (UNAS) untuk menjalankan program-program terkait dengan WASH. Ke depannya, Universitas Nasional dan Global One akan menjalankan program-program yang berkaitan dengan masalah air, sanitasi dan higienitas.

Kampanye ini akan dikaitkan dengan nilai-nilai agama yang diharapkan dapat lebih diterima oleh masyarakat di Indonesia yang mayoritas beragama muslim. Oleh karena itu, pada kesempatan yang sama Global One juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Indonesia Women for Water, Sanitation and Hygiene (IWWASH) - sebuah jejaring perempuan yang bergerak di bidang WASH dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Global One bukan organisasi asing bagi Universitas Nasional. Sebelumnya kita sudah pernah membuat kolaborasi untuk konservasi lingkungan dan mendorong terbentuknya IWWASH (Indonesia Woman for Water, Sanitation and Hygiene). Dengan kerjasama ini, membuktikan bahwa Universitas Nasional cukup dipandang oleh organisasi Internasional khususnya konsistensi dalam menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi,’’ ujar Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerjasama, Ernawati Sinaga.

Bagi Global One, Indonesia merupakan pilot project dari program yang akan dijalankan di empat negara. Negara lain adalah Bangladesh, Pakistan dan India dan masalah WASH merupakan masalah penting yang menjadi fokus dari organisasi ini. Asia Programme Manager, Global One, Shanza Ali melihat ada kesenjangan cukup besar untuk permasalahan WASH. Padahal Islam punya solusinya.

"Kami ingin dapat menghapus gap itu melalui pendekatan agama. Karena itu, Indonesia merupakan prioritas dari program WASH yang akan kami jalani, karena merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Dan kami percaya Universitas Nasional dapat membantu kami mewujudkannya," ujar dia.

Wakil Ketua Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional Fachruddin Mangunjaya menambahkan, Universitas Nasional telah menyiapkan program-program untuk implementasi kerjasama dengan Global One. Antara lain melakukan sosialisasi dan melatih (Training of Trainer/ ToT) kepada para pimpinan pesantren dan masjid tentang materi WASH. Diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang besar tidak hanya bagi masyarakat, namun juga bangsa dan negara.

Sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan oleh Universitas Nasional nantinya akan menggunakan buku panduan tentang WASH yang saat ini tengah dibuat oleh IWWASH dan MUI. IWWASH juga akan melakukan sosialisasi dan ToT ke para pimpinan organisasi muslimah se-Indonesia. Sementara MUI berencana untuk memasukkan materi tentang WASH ini ke dalam materi kutbah Jumat.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA