Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Pemilihan Rektor ITB 15 Desember 2014

Senin 25 Aug 2014 14:41 WIB

Red: Nidia Zuraya

Institut Teknologi Bandung

Institut Teknologi Bandung

Foto: www.itb.ac.id

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemilihan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) periode 2014-2019 akan dilakukan pada 15 Desember 2014, kata Ketua Panitia Pemilihan Rektor ITB Prof Dr Jann Hidajat Tjakraatmadja di Bandung, Jumat (25/8). "Proses pemilihan Rektor ITB dimulai 25 Agustus 2014 ini, namun proses pemilihan oleh Majelis Wali Amanah (WMA) akan dilakukan pada 15 Desember 2014," kata Jann Hidajat.

Akhir tahun ini, masa jabatan Prof Dr Ahmaloka akan segera mengakhiri masa kepemimpinan periode pertamanya, Ahmaloka menjabat sebagai pimpinan di ITB sejak 2009. Panitia pemilihan mengusung tagline "Rektor Kita 2014-2019".

Ia menyebutkan, tahap pencarian calon nomine akan dilakukan oleh sebuah Panel Ahli yakni sebuah tim yang ditugaskan untuk mencari calon potensial yang 'tersembunyi'. "Tim Panel Ahli sangat penting dan menentukan kualitas tahapan-tahapan berikutnya," kata Jann.

Tahapan itu dilakukan, kata dia, karena ITB percaya ada calon yang bagus dan baik namun tidak berambisi, apalagi mempromosikan diri. Menurut dia, biasanya calon baru itu tidak terlalu berani untuk mendaftarkan diri, sehingga Panel Ahli harus melakukan usaha khusus untuk menemukan 'satria piningit' itu.

Lebih lanjut, Jann yang juga Wakil WMA ITB itu menyebutkan penjaringan akan dilakukan mulai 25- Agustus hingga 13 Oktober. kemudian nomine akan dikerucutkan menjadi sepuluh orang, kemudian lima orang yang kemudian ikut dalam tahapan pemilihan rektor yang dilakukan oleh Majelis Wali Amanah (WMA).

Terkait Panel Ahli, kata dia, akan dicari dari usulan masyarakat berdasarkan kriteria dan syarat yang diatur dalam Statuta ITB PP No. 65 tahun 2013 dan tentunya memenuhi harapan WMA terhadap rektor ITB 2014-2019. "Pemilihan rektor tidak hanya jadi pesta demokrasi civitas akademika ITB saja, namun juga menjadi tumpuan dan acuan demokrasi yang sehat bagi mayarakat," tambah Jann.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES