Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

ITS Kembangkan Sayuran Organik

Ahad 22 Sep 2013 13:45 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Kampus ITS

Kampus ITS

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya mengembangkan sayuran organik dalam program Urban Farming yang didukung pemerintah Selandia Baru.

"Sayuran organik itu sudah siap panen, dan kami siap memasarkannya ke masyarakat," kata Ketua Pusat Akselerasi Program Prioritas Eco Campus ITS, Haryo Dwito Armono ST MEng PhD, di kampus setempat, Minggu.

Dalam program yang akan dikembangkan dalam ekspansi lahan tanam yang lebih luas itu ada tiga macam sayur yang telah dipanen dalam panen perdana (20/9) yakni bayam merah, bayam hijau, dan kangkung.

"Ketiganya adalah sayur organik pertama yang berhasil diproduksi ITS melalui program urban farming, bahkan belum kami timbang berapa berat hasil panennya," ujarnya.

Sayur-sayuran ini dipanen setelah ditanam selama 30 hari. Tanpa pupuk kimia dan pestisida, sayur organik ini dipelihara dengan baik dalam green house yang dijaga dengan suhu tertentu.

Untuk mencegah hama, hewan-hewan predator seperti laba-laba pun sengaja dibiarkan hidup dalam green house itu. "Walau ditanam di kota, kita bisa menghasilkan sayur yang kualitasnya sama dengan yang di pegunungan," ungkap Haryo.

Sedikitnya terdapat enam green house berukuran 7 x 14 meter yang digunakan dalam program urban farming yang risetnya didukung pemerintah Selandia Baru itu.

"Green house didesain portable, sehingga suatu saat akan bisa dipindahkan ke lahan lain jika nanti didirikan bangunan di lahan ini," kata dosen Teknik Kelautan ITS itu.

Saat ini, green house tersebut berada di kawasan timur kampus ITS, tepatnya di sebelah Jurusan Teknik Material dan Metalurgi.

"Kami mengharapkan program urban farming ini dapat didukung oleh sejumlah pihak, terutama Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan untuk penambahan unit green house-nya," katanya.

Ia mengatakan ITS juga berencana mengeluarkan buku panduan urban farming untuk dapat digunakan oleh masyarakat. Sebelumnya, ITS juga telah berhasil memproduksi pupuk kompos hasil dari pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

"Pupuk kompos yang digunakan pada program urban farming ini dapat dibeli langsung oleh masyarakat di Composting Center ITS," katanya.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA