Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

UMY Kirim Mahasiswa ke Sias University China

Senin 09 Sep 2013 01:10 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Yogyakarta.

Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Yogyakarta.

Foto: muhammadiyah.or.id

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengirimkan tiga mahasiswa ke Sias International University China untuk mengikuti program pertukaran pelajar selama satu tahun.

"Ketiga mahasiswa itu adalah Annisa Kirana, Muhammad Arizka Wahyu, dan Asmaul Husna Arif," kata Kepala Biro Humas dan Protokol (BHP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ratih Herningtyas di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, Annisa Kirana merupakan mahasiswi International Program of International Relations (Ipirel), Muhammad Arizka Wahyu mahasiswa International Program for Law and Sharia (Ipols), dan Asmaul Husna Arif mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional Fisipol UMY.

"Ketiga mahasiswa itu akan menempuh pendidikan selama dua semester di Sias International University China. Mereka akan belajar bahasa dan budaya China," katanya.

Annisa Kirana mengatakan dirinya adalah satu-satunya mahasiswi semester akhir yang mengikuti program pertukaran pelajar itu. Dirinya sudah menyelesaikan skripsi, tetapi menunda ujian pendadaran karena akan mengikuti program tersebut.

"Saya menunda kelulusan sampai tahun depan, karena dengan mengikuti pertukaran pelajar itu saya akan belajar banyak tentang bahasa dan budaya China. Apalagi sekarang di China butuh banyak pekerja yang bisa bahasa Mandarin, dan itu juga bisa menjadi kesempatan karir saya ke depan," katanya.

Muhammad Arizka mengatakan, yang paling utama pada program pertukaran pelajar ke Sias International University itu adalah pembelajaran mengenai bahasa dan budaya China.

"Kami akan belajar langsung tentang bahasa Mandarin dan budaya orang-orang China, tetapi juga ada kelas tambahan seperti wushu, menyanyi dengan bahasa Mandarin, dan shufa, semacam seni kaligrafi China. Jadi, dari segi seninya kami bisa dapat, pembelajaran dari segi nilai-nilai budayanya juga bisa kami peroleh," katanya.


sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA