Senin 09 Sep 2013 00:52 WIB

Jumlah Mahasiswa Asing UAD Naik 50 Persen

Rep: Yulianingsih/ Red: Damanhuri Zuhri
Kampus Universitas Ahmad Dahlan
Foto: .
Kampus Universitas Ahmad Dahlan

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Minat mahasiswa asing untuk melanjutkan studi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta terus meningkat. Tahun ini jumlah mahasiswa asing yang masuk ke kampus tersebut naik 50 persen dari tahun lalu.

Sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI) UAD, Intan Rawit mengatakan, tahun akademik 2012/2013 ini pihaknya menerima 98 orang mahasiswa baru dari tujuh negara di dunia. Tahun sebelumnya mahasiswa asing di UAD hanya 60-an orang. "Sebagian besar dari mereka berasal dari Cina," ujarnya Sabtu, (8/9).

Selain dari Cina, mahasiswa asing di UAD ini berasal dari Jepang, Thailand, Usbekistan, Hongaria, India dan Malaysia. Mahasiswa asal Cina mendominasi dengan jumlah 60 orang. Naiknya jumlah mahasiswa asing baru tersebut merupakan buah dari seringnya UAD mengikuti pameran di luar negeri.

"Hampir setiap tahun kami ikut pameran yang diadakan pemerintah pusat. Tahun kemarin kami ikut pameran di Thailand dan tahun ini di Cina. Lewat pameran langsung ke negara-negara ternyata cukup efektif memperkenalkan kampus kami," jelasnya.

Para mahasiswa asing ini ikut dalam program pengenalan kampu (P2K) UAD dari Senin lalu hingga Sabtu kemarin. Penutupan progranm P2K sendiri dilakukan Rektor UAD Kasiyarno.

Sementara itu, Ketua Panitia masa orientasi mahasiswa UAD Tri Budianto menuturkan, tahun ini UAD sengaja mengambil tema acara ciptakan generasi bangsa berprestasi dan berbudaya.

Harapannya, mahasiswa UAD nantinya bisa menjadi pemimpin yang baik sekaligus berprestasi dan menjunjung tinggi budaya.

"Ternyata tema tersebut dicerna oleh mahasiswa baru kami dengan baik. Hal ini terbukti dengan sajian pertunjukan yang mereka lakukan. Saya rasa lebih bisa dinikmati dan lebih mengandung budaya-budaya asli Indonesia. Rasanya mulai dari Aceh sampai Papua ada semua," ujarnya.

Terpisah seorang mahasiswa baru asal Cina Huang Yuanlin mengaku, berminat kuliah di Indonesia karena ingin memperdalam sastra Indonesia yang sudah lebih dulu dipelajarinya selama dua tahun. Diakuinya, sastra Indonesia menjadi salah satu jurusan bahasa favorit di Cina.

"Tidak hanya bahasa, budaya Indonesia juga menarik untuk dipelajari. Karenanya saya berminat mengikuti program join degree kerjasama kampus saya yakni Guangxie University for National Language dengan UAD," katanya.

Gadis dengan nama Indonesia Yulia Rahmania ini mengaku ingin sekali menjadi seorang guru bahasa Indonesia di Cina. Hal ini dikarenakan kenyataan saat ini dimana kerjasama antar kedua negara pun semakin baik dan berkembang.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement