Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Unsoed Purwokerto Lepas 2.063 Mahasiswa KKN

Senin 24 Jan 2011 17:51 WIB

Red: Djibril Muhammad

Kampus Universitas Jenderal Soedirman

Kampus Universitas Jenderal Soedirman

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO - Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Senin, melepas 2.063 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di delapan kabupaten di Jawa Tengah. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Unsoed Purwokerto, Prof Dr Totok Agung Dwi Haryanto, mengatakan, delapan kabupaten yang menjadi daerah kegiatan KKN, yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Brebes, Pemalang, dan Magelang.

Ia mengatakan, jumlah desa yang menjadi daerah KKN seluruhnya sebanyak 305 desa yang tersebar di 28 kecamatan di delapan kabupaten tersebut. Menurut dia, KKN kali ini memiliki keistimewaan karena selain KKN Posdaya dan KKN Kuliah Kerja Usaha (KKU), juga ada KKN Mitigasi Pascabencana dan KKN Pesantren.

"Khusus KKN Mitigasi Pascabencana akan dilaksanakan di Desa Kalibening dan Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, masing-masing 30 mahasiswa," katanya.

Ia mengatakan, sebanyak 1.913 mahasiswa atau 92,7 persen mahasiswa peserta KKN akan melaksanakan KKN Posdaya. "Ini membuktikan bahwa Unsoed mempunyai komitmen atau kesungguhan untuk membangun desa, dimana 70 persen kantong kemiskinan adalah di desa," katanya.

Rektor Unsoed Purwokerto, Prof Edy Yuwono PhD, mengatakan, penyelenggaraan KKN harus ada alih informasi dari mahasiswa kepada masyarakat dan sebaliknya. Menurut dia, hasil KKN harus bisa terukur dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Oleh karena 92,7 persen mahasiswa akan melaksanakan KKN Posdaya, kami sengaja mengundang pencetus kegiatan posdaya, yakni Bapak Prof Dr Haryono Suyono untuk memberikan kuliah umum sebagai bekal mahasiswa KKN di lapangan," katanya.

Saat kuliah umumnya, Prof Dr Haryono Suyono, mengatakan, mahasiswa yang mengikuti KKN harus bisa memberdayakan masyarakat melalui kegiatan posdaya atau pos pemberdayaan keluarga. "Jangan jadi provokator yang menjauhkan masyarakat dengan pemerintah atau masyarakat dengan masyarakat. Namun jadilah advokator dan inspirator untuk pemberdayaan masyarakat," katanya.

Menurut dia, kegiatan posdaya dapat membangun kebersamaan untuk mewujudkan pembangunan bangsa seutuhnya. Oleh karena itu, dia meminta mahasiswa untuk menghargai maupun pendampingan kepada setiap warga maupun para "punggawa" (perangkat desa dan kecamatan) di lokasi KKN dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat.

"Usahakan di desa ada lembaga keuangan sehingga dapat untuk membangun usaha-usaha ekonomi produktif. Selain itu, hargailah juga organisasi-organisasi pemuda di desa," katanya.

Ia mengatakan, posdaya dibentuk agar kekuatan di desa menyatu sehingga dapat memberdayakan masyarakat melalui empat pilar yakni pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan. Informasi yang dihimpun, KKN Posdaya mulai dilaksanakan Unsoed sejak 2008 dan hingga saat ini telah membentuk 387 posdaya di tujuh kabupaten tujuan KKN (kecuali Magelang).

"Unsoed merupakan perguruan tinggi negeri yang pertama kali menyelenggarakan KKN Posdaya, tetapi sekarang sudah diikuti oleh 50 perguruan tinggi di Indonesia," kata Ketua Pusat Penelitian Pedesaan dan Pemberdayaan Masyarakat LPPM Unsoed, Yusuf Subagyo, di sela pelepasan mahasiswa KKN itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA