Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

UT Beri Bansos Kesehatan untuk Warga Tangsel

Ahad 18 Jul 2010 22:24 WIB

Red: Endro Yuwanto

Rektor UT Tian Belawati (ketiga dari kiri) dan Walikota Tangsel HM Sholeh (dua dari kanan) usai MoU penyediaan dana bansos UT untuk warga Tangsel.

Rektor UT Tian Belawati (ketiga dari kiri) dan Walikota Tangsel HM Sholeh (dua dari kanan) usai MoU penyediaan dana bansos UT untuk warga Tangsel.

Foto: bipnewsroom.info

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN--Universitas Terbuka (UT) dan Yayasan Bina Umat dan Yayasan Bina Insan, Pondok Cabe Udik, menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) penyediaan dana Bansos UT Tahun 2010 untuk masyarakat Tangerang Selatan, Banten.

Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Purek II UT Ir Nadia Sri Damayanti MSi, Ketua Yayasan Bina Umat M Cholil, dan Pimpinan Yayasan Bina Insan Achmad Safei sebagai penerima bantuan. Pejabat Walikota Tangsel HM Sholeh MT dan Rektor UT Prof Tian Belawati PhD hadir menyaksikan acara yang berlangsung di Kampus UT di Pondok Cabe, Tangsel, Banten, Jumat (16/7).

Menurut Tian, MoU antara UT dan masyarakat Kota Tangsel ini merupakan kelanjutan dari MoU antara UT dan Kota Tangerang Selatan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. ''Kepada Bapak Walikota Tangsel kami laporkan memang UT sudah berkomitmen untuk program dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, kami akan memfokuskan kepada kegiatan di Kota Tangsel,'' ujarnya.

UT sudah memulai kerjasama sejak tahun 2009 dengan dana yang masih sangat kecil, sehingga hanya difokuskan untuk pembangunan prasarana sanitasi, khususnya pembuatan saluran air di dua RW yang berbatasan dengan UT. Sejak 2010, kegiatan pengabdian masyarakat ditingkatkan dengan komitmen penyediaan dana. “Tahun ini UT mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta yang sepenuhnya kami dedikasikan untuk kegiatan-kegiatan dalam rangka menunjang program-program pemerintah Kota Tangsel,” ujar Tian.

Di UT sendiri, kegiatan ini dikoordinasikan oleh lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat yang khusus dalam pusat pengabdian kepada masyarakat. Program disesuaikan dengan prioritas pembangunan pemerintah Tangsel, terutama dengan Dinas Kesehatan, karena  masalah yang menonjol di Tangsel adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Secara keseluruhan, setelah melakukan komunikasi dengan pihak Pemerintah Kota Tangsel, kegiatan terbagi empat kategori. Pertama, penghijauan dengan tanaman pengusir nyamuk dan penyuluhan fungsi pohon. Kedua, pengelolaan sampah rumahtangga organik dan non organik serta pembuatan lubang biopori.

Ketiga, pendidikan, yakni pelatihan bagi para guru untuk menjadi calon penyuluh DBD, pelatihan bagi siswa SD untuk menjadi tenaga jumantik dan dokter kecil serta pelatihan aparat desa bidang statistik desa. Keempat, fokus pada bidang pemberantasan nyamuk DBD, yaitu dengan abate, pemeliharaan ikan, serta penyuluhan DBD dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Wilayah prioritas yang menjadi pilot project adalah kelurahan Pondok Cabe Ilir dan Pondok Cabe Udik di empat rukun warga. Kegiatan ini sudah ditandai dengan penandatanganan MoU pada tanggal 16 April 2010, yang juga disaksikan para pejabat Pemerintah Kota Tangsel.

Menanggapi kerjasama ini, Walikota Tangsel HM Sholeh MT mengaku bangga dengan kemajuan yang dicapai UT. Kota Tangsel adalah kota pendidikan yang modern dan religius, sehingga pendidikannya harus maju. ''Saya ingin meningkatkan kualitas guru-guru. Tidak mungkin menghasilkan murid yang pintar kalau gurunya nggak pintar,” katanya.

Menurut Sholeh, syarat pintarnya murid itu adalah gurunya dulu harus pintar. Dia sudah perintahkan Dinas Pendidikan agar guru-guru di Tangsel, mulai dari guru SD, SMP, SMA/SMK, semua harus ditingkatkan kemampuannya, sehingga ilmu mereka bisa ditransfer kepada murid.

Walikota sangat mengapresiasi Rektor UT yang mau menyediakan dosen-dosen untuk membantu Dinas Pendidikan dalam melaksanakan program meningkatkan kemampuan guru di Tangsel. “Dalam waktu dekat ini saya akan membuatprogram dengan pengajar dari UT.  Dengan anggaran yang terbatas, maka pada tahun 2009 baru 900 guru matematika yang ditingkatkan dalam belajar metode cepat untuk belajar menghitung,” tegasnya.

sumber : bipnewsroom.info
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA