Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Pelatihan Sains Antariksa Internasional Digelar

Senin 17 Sep 2012 11:55 WIB

Rep: Fenny Melisa/ Red: Hazliansyah

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggelar pelatihan sains antariksa internasional International Space Weather Initiative (ISWI) & Magnetic Data Acquisition System (MAGDAS) School on Space Science 2012. Kegiatan pelatihan yang diikuti berbagai peneliti sains antariksa dari berbagai negara ini berlangsung pada 17-26 September 2012 di Wisma Pendawa, Ciloto, Cianjur, Bogor.

 

Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN, Clara Y Yatini, mengatakan ISWI merupakan program kerjasama internasional untuk mengembangkan sains antariksa, khususnya tentang cuaca antariksa, dan memberikan hasil-hasilnya kepada publik dan kepada pelajar. Sementara itu, seminar MAGDAS membahas pengamatan dan analisis data medan magnet bumi.

"Seminar MAGDAS akan diberikan oleh International Center for Space Weather Science and Education (ICSWSE) Kyushu University," ujar Clara Senin (17/9).

Clara menjelaskan, ISWI bertujuan untuk membangun pemahaman tentang sains antariksa dan lingkungan antariksa dekat Bumi. Pemahaman ini, kata Clara, meliputi instrumentasi pengamatan, data, analisis data, pemodelan, pendidikan, dan layanan masyarakat.

Selain itu, dalam kegiatan ini para peserta juga dapat saling berbagi pengetahuan mengenai perkembangan penelitian tentang sains antariksa dan cuaca antariksa serta memberikan pengetahuan mengenai pengolahan data antariksa baik dari pengamatan di bumi (ground based) maupun pengamatan satelit (space based).

ISWI & MAGDAS School on Space Science 2012 merupakan kerja sama LAPAN dengan NASA (lembaga antariksa Amerika Serikat), ICSWSE (International Center for Space Weather Science and Education), Kyushu University, Scientific Committee on Solar Terrestrial Physics (SCOSTEP), JSPS (Japan Society for the Promotion of Science), dan RISH (Research Institute for Sustainable Humanosphere, Kyoto University).

Sebanyak 70 peneliti sains antariksa dari Indonesia, Mesir, Malaysia, Filipina, Vietnam, Jepang, Uganda, Pakistan, India, Rumania, China, AS, Inggris, Bulgaria, Jepang, Prancis, dan Australia yang akan menghadiri kegiatan yang diselenggarakan setahun sekali tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA