Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

39 Mahasiswa dari 24 Negara Kuliah di ISI Denpasar

Senin 17 Sep 2012 11:25 WIB

Red: Heri Ruslan

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR --  Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menerima 39 mahasiswa dari 24 negara yang memanfaatkan program Dharmasiswa pemerintah Indonesia dalam tahun akademik 2012/2013.

Dari 39 mahasiswa mancanegara itu yang sudah tiba 23 orang, sisanya 16 orang diharapkan menyusul dalam waktu dekat, kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Rai S.MA ketika menerima mahasiswa asing tersebut yang disatukan dengan penerimaan mahasiswa baru sebanyak 432 orang di kampus setempat, Senin.

Ia mengatakan, mahasiswa asing kali ini berasal dari Amerika Serikat, Argentina dan Jepang masing-masing empat orang, menyusul Inggris dan Polandia masing-masing tiga orang.

Sementara Australia, Firlandia, Lithuania masing-masing dua orang dan masing-masing seorang lainnya berasal dari Brazil, Belanda, Ceko, Chile, Equador, Namibia, Francis, Rusia, Romania, Serbia, Selandia Baru, Slovakia, Turki, Ukraina dan Yunani.

"Mahasiswa asing itu masing-masing akan mengukuti kuliah di lembaga pendidikan tinggi seni itu selama dua semester," ujar Prof Rai yang didampingi seluruh pembantu rektor dan dekan di lingkungan perguruan tinggi tersebut.

Ia menambahkan, mahasiswa mancanegara itu mempelajari tentang seni tari enam orang, seni kerawitan 14 orang, seni rupa murni seorang, seni kriya sebelas orang dan seni fotografi seorang.

Dengan demikian ISI Denpasar hingga kini telah mendidik 517 mahasiswa dari 40 negara di belahan dunia, karena sebelumnya telah mengajar 478 mahasiswa asing selama 13 tahun kurun waktu 1999-2011.

Dari jumlah mahasiswa asing itu hampir separuhnya, yakni 205 orang berasal dari Jepang, menyusul Australia dan Amerika Serikat masing-masing 31 orang, Hungaria 28 orang, Polandia 25 orang, Meksiko 19 orang, Ceko 18 orang, Slovakia 14 orang, Serbia 12 orang dan Jerman sepuluh orang.

Rusia enam orang, Uzbekistan enam orang, Afrika Selatan enam orang, Pilipina tiga orang , Argentina tiga orang, Yunani lima orang, Timor Leste tiga orang, Spanyol empat orang, Zambia dua orang dan gambia lima orang.

Sedangkan 20 negara lainnya masing-masing mengirimkan satu hingga tiga mahasiswa untuk mendalami tabuh, tari dan seni lukis.

Prof Rai menjelaskan, mahasiswa mancanegara kebanyakan mengambil jurusan tari sebanyak 200 orang, seni kerawitan (gamelan) 116 orang, seni rupa murni 98 orang dan fotografi 25 orang.

Selain itu juga mengambil jurusan pedalangan tiga orang, kriya seni 32 orang, disain tiga orang dan program pascasarjana seorang. Mereka belajar selama dua hingga empat semester, umumnya hal itu secara berkesinambungan, karena ada yang tamat dan ada pula yang baru memulai kuliah.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA