Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Ini Dia Alasan Jalur Mandiri PTN Lebih Mahal

Selasa 19 Jun 2012 12:46 WIB

Red: Endah Hapsari

Universitas Diponegoro (Undip)

Universitas Diponegoro (Undip)

Foto: undip.ac.id

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG---Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Prof Sudharto P Hadi menyatakan, penyelenggaraan jalur masuk mandiri untuk calon mahasiswa baru lebih mahal dibandingkan jalur masuk lainnya karena penerapan subsidi silang.

"Kami memiliki tiga jalur penerimaan mahasiswa baru, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri baik undangan maupun tulis, serta jalur penerimaan secara mandiri," kata dia, di Semarang, Selasa.

Menurut dia, sistem subsidi silang merupakan langkah untuk membantu kalangan mahasiswa miskin dengan menerapkan subsidi biaya dari kalangan mahasiswa yang mampu, antara lain dijaring dari penerimaan mahasiswa jalur mandiri tersebut.

"Karena itu, biaya masuk dari jalur mandiri memang lebih mahal dibandingkan melalui SNMPTN karena pembiayaan mereka itu nantinya untuk subsidi silang bagi mahasiswa yang kurang beruntung secara ekonomi," kata dia lagi.

Meski demikian, ujar dia, pembiayaan jalur mandiri yang lebih mahal dibandingkan jalur masuk lain juga tak terlalu besar selisihnya, apalagi pada tahun ini biaya kuliah seluruh fakultas rata-rata menjadi menurun.

Sudharto yang juga dikenal sebagai pakar ilmu lingkungan itu mencontohkan, Fakultas Kedokteran Undip dengan biaya masuk sekitar Rp 120 juta setiap mahasiswa, mengalami penurunan dibandingkan biaya tahun lalu yang masih di atas angka itu.

"Boleh dicek. Biaya sebesar itu untuk Fakultas Kedokteran Undip dari jalur mandiri masih di bawah biaya untuk fakultas sama di PTN-PTN lainnya. Apalagi, untuk fakultas sama di perguruan tinggi swasta," kata dia lagi.

Ia membenarkan bahwa jalur mandiri itu tak hanya diisi oleh mahasiswa dari kalangan mampu, mengingat ada pula mahasiswa dari keluarga miskin yang masuk jalur tersebut sehingga tetap ada pengecualian tersendiri.

"Pada jalur mandiri, kami juga tetap menyediakan kuota penerima beasiswa 'Bidik Misi', meski kuotanya tak sebesar jalur SNMPTN. Karena itu, mahasiswa yang kurang mampu tak perlu khawatir dengan biaya," kata dia.

Dia menyebutkan pula bahwa Undip pada tahun lalu mengakses beasiswa untuk 1.670 mahasiswa kurang mampu, dari total daya tampung sekitar 8.000 mahasiswa, dan pada tahun ini jumlah mahasiswa miskin yang dibantu kurang lebih sama jumlahnya.

"Perguruan tinggi negeri wajib menyediakan kuota 20 persen untuk mahasiswa miskin. Alhamdulillah, kuota yang ditetapkan berhasil kami penuhi tahun lalu, demikian pula dengan kuota mahasiswa miskin tahun ini," kata Sudharto.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA