Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

'Buku Pelajaran Harus Sesuai Psikologi Anak'

Ahad 15 April 2012 14:06 WIB

Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG - Pakar pendidikan nasional, Prof. Dr. Arif Rahman menyatakan buku pelajaran yang diberikan bagi siswa sekolah dasar (sd) sebagai materi ajar haruslah sesuai dnegan psikologi anak-anak.

Hal itu diungkapkan Arif terkait dengan beredarnya Lembar Kerja Siswa (LKS) di SD Angkasa Halim Perdanakusumah Jakarta Timur yang memuat cerita tentang Bang Maman dari Kali Pasir yang meminta seorang perempuan untuk menyamar menjadi 'istri simpanan' menantunya.

"Semua materi baik lisan maupun tayangan yang diberikan sebagai pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan keadaan psikologi anak," kata Prof. Arif saat dihubungi ANTARA melalui telepon, Ahad (15/4).

Menurut Pak Arif, demikian guru besar di Universitas Negeri Jakarta tersebut sering disapa, ada beberapa istilah dalam buku LKS tersebut yang belum bisa dijangkau oleh nalar anak-anak, terutama anak kelas dua SD.

"Istilah 'istri simpanan', meskipun ada dalam kosa kata Bahasa Indonesia, namun, kata tersebut terlalu berat untuk anak-anak," kata Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terkait bidang Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan, UNESCO, tersebut.

Lebih lanjut, Arif menyatakan bahwa konsep istri simpanan bagi anak kelas dua SD terlalu rumit. "Problematikanya tidak akan terjangkau bagi mereka karena pikiran anak-anak itu sederhana," kata dia.

Arif menuturkan, anak-anak tidak akan mampu membayangkan cerita yang bersifat sejarah dengan derajat keruwetan yang tinggi.

Terkait hal tersebut, sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah membentuk tim untuk menyelidiki LKS Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta yang berkisah tentang istri simpanan dalam kisah "Bang Maman dari Kali Pasir" tersebut.

Tim tersebut adalah gabungan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Inspektorat Jenderal (Itjen) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud untuk melacak siapa penerbit, penulis dan siapa yang mengedarkannya ke siswa.

Jika terbukti materi yang ditulis itu tidak benar maka LKS harus ditarik dari peredaran. Cerita Bang Maman dari Kalipasir di halaman 30-31 buku LKS Ceria mengemuka setelah hal tersebut menjadi perbincangan hangat dalam situs jejaring sosial Twitter, Kamis, 12 April 2012.

Cerita Bang Maman berkisah mengenai kehidupan Bang Maman yang memiliki putri bernama Ijah. Bang Maman menikahkan Ijah dengan Salim, putra Pak Darip orang kaya di Kali Pasir.

Kemudian, Pak Darip meninggal dan mewariskan kekayaannya berupa kebun yang sangat luas pada Salim. Salim yang lugu meminta seseorang bernama Kusen untuk mengurus kebunnya. Namun Kusen dan istrinya malah mengkhianati Salim. Kebun tersebut dijual oleh Kusen dan Salim pun jatuh miskin.

Ijah yang telah menjadi istri Salim diminta Bang Maman untuk menceraikan suaminya itu. Ijah tidak mau dan tetap setia pada Salim. Bang Maman lalu menyusun strategi, dia meminta perempuan bernama Patme untuk berpura-pura mengaku menjadi istri Salim. Patme mendatangi Ijah dan mengaku sebagai istri simpanan. Ijah pun percaya dan akhirnya menceraikan Salim.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA