Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

ITB Bangun Sekolah Tahan Gempa

Ahad 29 Jan 2012 08:34 WIB

Rep: Angga Indrawan/ Red: Didi Purwadi

Murid Sekolah Dasar tengah melakukan upacara bendera (ilustrasi).

Murid Sekolah Dasar tengah melakukan upacara bendera (ilustrasi).

Foto: sdnbinuang4.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, PANGALENGAN -- Rekonstruksi bangunan sekolah dengan struktur tahan gempa di SD Puncak Raya, Desa Margaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, akhirnya rampung. Rekonstruksi yang dikonseptori oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Institut Teknologi Bandung (HMS-ITB) tersebut memakan waktu empat bulan dengan anggaran sebesar Rp 300 juta.

Bangunan sekolah dasar yang sempat luluh lantak akibat gempa tasik 2009 silam itu kini siap kembali difungsikan untuk kegiatan belajar siswa. Bangunan rekonstruksi mahasiswa teknik sipil ITB tersebut merupakan bagian dari program Sipil Bangun Desa (Sibades) ITB 2011. Program Sibades merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan HMS-ITB tiap tahunnya.

Untuk program Sibades kali ini, HMS melibatkan sebanyak 100 kepanitiaan inti dengan partisipasi mahasiswa jurusan sipil dari ITB sebanyak 1.700 mahasiswa. Mereka menggandeng PT Perkebunan Nusantara VIII selaku donatur. Pembangunan untuk tiga ruang kelas, satu gudang dan dua MCK tersebut menghabiskan dana hingga Rp 300 juta.

Ketua panitia Sibades 2011, Fadhly Muhammad Ikhsan, menjelaskan SD Puncak Raya merupakan sekolah yang terkena dampak langsung gempa Tasik 2009. Sejak saat itu, sebagian siswa harus melaksanakan kegiatan belajar di ruang kelas darurat yang dibangun dari bambu. "SD ini kita pilih karena pemerintah setempat mengaku tidak ada alokasi anggaran APBd untuk rehabilitasi bangunan yang roboh," jelasnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA