Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Aptisi Jateng:PTS Makin Sulit Jaring Mahasiswa Baru

Rabu 21 Sep 2011 21:43 WIB

Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG--Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Tengah menilai PTS saat ini kian sulit menjaring mahasiswa di tengah persaingan tidak adil dengan perguruan tinggi negeri (PTN).

"Jumlah mahasiswa di PTS saat ini rata-rata menurun. Kuota mahasiswa di PTN semakin diperbesar, mereka (PTS, red.) semakin sulit bersaing," kata Ketua Aptisi Jateng, Prof Brodjo Sudjono, di Semarang, Rabu.

Hal itu disampaikannya usai Rapat Koordinasi Pimpinan Yayasan dan Pimpinan PTS Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI Jateng, seraya menyebut pemerintah kerap berlaku tidak adil.

Menurut dia, pemerintah sebenarnya berperan melindungi kelangsungan PTS, terutama PTS-PTS kecil, sebagai konsekuensi logis karena pemerintah yang sudah memberi izin bagi PTS untuk tetap hidup.

Ia mengatakan, seharusnya pemerintah mengeluarkan regulasi yang membatasi penggunaan kekuatan yang besar oleh PTN, untuk melindungi PTS, misalnya membatasi PTN mendirikan program studi yang sudah ada di PTS.

"Kalau sekarang kan tidak, pemerintah memberikan kebebasan sebanyak-banyaknya kepada PTN. Kalau PTN ikut mendirikan prodi-prodi yang sudah ada di PTS, maka mahasiswa pasti lebih memilih PTN," katanya.

Mantan Rektor Universitas Surakarta itu menyebutkan, saat ini banyak PTS yang kondisinya hidup segan mati tak mau, meski ada beberapa PTS maju dan besar, dengan mutu dan kualitas yang tak kalah dengan PTN.

"Ada pula pemberian beasiswa Biaya Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidik Misi) yang diberikan hanya untuk PTN, ini kan tidak adil. Di sisi lain, banyak PTN yang 'overload' karena terlalu banyak mahasiswa," katanya.

Karena susah menjaring mahasiswa, kata Brodjo, PTS susah berkembang karena kurang "darah" (dana) yang dihimpun dari mahasiswa, akhirnya PTS semakin susah mengejar ketertinggalan, misalnya dalam meraih akreditasi.

Senada dengan itu, Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng, Prof Mustafid mengakui memang ada kecenderungan penurunan jumlah mahasiswa PTS, meski ada sejumlah PTS besar yang mahasiswa barunya meningkat.

Ia mengakui, penambahan kuota PTN turut menyebabkan jumlah mahasiswa PTS berkurang, padahal mahasiswa adalah sumber kehidupan PTS, termasuk minimnya bantuan pendanaan beasiswa bagi PTS dibanding PTN.

Padahal, kata Mustafid, PTS memiliki keunggulan, yakni jumlahnya lebih banyak dan tersebar di berbagai wilayah, sehingga memudahkan para calon mahasiswa dalam berkuliah, tanpa harus kuliah ke luar daerahnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA