Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Peraih Nilai UN Tertinggi Batal Manfaatkan Beasiswa Kemendiknas

Jumat 24 Jun 2011 12:47 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Ujian nasional

Ujian nasional

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Beasiswa berupa biaya kuliah yang ditanggung Kementerian Pendidikan Nasional batal dimanfaatkan oleh AA Indah Suadnyani, salah seorang siswa SMAN 4 Denpasar yang meraih nilai murni tertinggi ujian nasional.

"Saya secara pribadi, sangat menyesal tidak jadi memanfaatkan beasiswa dari Kemendiknas, sekaligus mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah," kata AA Indah Suadnyani kepada Antara, Jumat.

Dia mengatakan, dirinya batal memanfaatkan beasiswa tersebut bukan karena jumlahnya yang kecil, tetapi karena adanya aturan yang tidak memperbolehkan menggunakan dua beasiswa serupa dari dua instansi yang berbeda.

Sebab sebelumnya, tambah Indah, dirinya sudah menerima beasiswa dari pihak Universitas Udayana. Beasiswa itu bentuknya sama dengan yang diberikan oleh pihak Kementerian Pendidikan Nasional. "Saya sudah terlanjur mendatangani surat beasiswa untuk masuk di Fakultas Kedokteran Unud," ujarnya menjelaskan.

Oleh karena itu, sekali lagi Indah mengucapkan penyesalannya karena tidak bisa menfaatkan beasiswa dari Kemendiknas. Namun apabila ada bentuk perhatian lain dari Kemendiknas, dirinya tentu akan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan Nasional akan menanggung biaya kuliah dua siswa SMAN 4 Denpasar yang meraih nilai murni tertinggi ujian nasional yaitu Ni Putu Maitri Nara Suari dan AA Indah Suadnyani.

Kedua siswi tersebut meraih nilai tertinggi UN tahun 2011 dengan nilai 59. Dengan prestasinya tersebut membuat banyak penawaran beasiswa yang diberikan oleh berbagai pihak selain Kemendiknas. Bahkan pengakuan dari kedua siswi itu, mereka ditawari beasiswa untuk kuliah di luar negeri dari Lembaga Nobel Indonesia.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA