Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Gagal SNMPTN? Tenang...Ikut Saja Program 'Kelas Jauh' PTN dengan Sistem e-Learning

Rabu 01 Jun 2011 18:06 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Kelas jauh. Ilustrasi

Kelas jauh. Ilustrasi

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi menyiapkan program pendidikan jarak jauh untuk perguruan tinggi negeri untuk mengatasi tingginya jumlah calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Program pendidikan jarak jauh PTN ini untuk menampung anak-anak yang tidak tertampung pada penerimaan mahasiswa baru," kata Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti Ilah Sailah saat ditemui usai meninjau pelaksanaan SNMPTN di Kampus Diploma III IPB, Cilibende Kota Bogor, Rabu.

Ilah mengatakan, program pendidikan jarak jauh akan menggunakan konsep e-learning dengan media komunikasi videoconference dan tatap muka tapi dengan cara kolaborasi. "Pelaksanaannya harus berkolaborasi dengan swasta untuk tutorialnya," kata Ilah.

Menurut Ilah, program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi mahasiswa sehingga tidak ada alasan seseorang untuk sulit masuk perguruan tinggi negeri.

Ilah menyebutkan program pendidikan jarak jauh sudah dimulai sejak 2007 namun hanya bagi guru dalam program menunjang guru sarjana, dengan menggunakan sistem yang sama yakni e-learning dengan dua metode jarak jauh dan tatap muka.

Secara umum, izin pendidikan jarak jauh juga sudah diterbitkan untuk universitas terbuka sejak 2001.
"Dilihat dari sumbangsihnya, universitas terbuka ini mampu berkontribusi menampung 600 ribu mahasiswa. Oleh karena itu kami ingin membuka program ini di PTN," kata Ilah.

Ilah mengatakan, rencananya program pendidikan jarak jauh akan dimulai pada awal semester tahun ini. Untuk itu pihaknya telah melakukan tahapan persiapan. "Kami sedang mempersiapkan legal aspek, membuat rambu-rambu, menawarkan ke PTN dan membuat workshop bagi dosen-dosen. Kami juga menawarkan kepada PTN bila ada anak yang dieliminasi kami sarankan untuk ikut program ini," katanya.

Ilah menambahkan, untuk tahap awal penerapan program pendidikan jarak jauh direncanakan untuk 10 PTN di Indonesia.

"Kami sedang menawarkan saat ini sudah ada 10 PTN yang bersedia. Karena ini tidak mudah, tentunya PTN yang kuat di bidang IT dan videoconference," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor IPB bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Yonny Koesmaryono mengatakan, siap melaksanakan program tersebut.
"Kami sudah melakukan persiapan, kami juga sudah memberikan pelatihan kepada para dosen. Tahap awal di IPB baru program studi PHKI yang siap untuk program ini," kata Yonny.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA